
Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Nampak terlihat di bulan suci ramdhan 1444 H jatuh pada Kamis (23/3/2023) para Pedagang, yang datang dari luar Kabupaten Gowa, pun sudah tampak terlihat berjualan mulai Malam Sampai Pagi.

Pasar Bontorea lokasi ruas poros jalan desa Pallangga Kabupaten Gowa, kini sudah mulai marak Jadi Sentra Penjualan Sayur, Buah dan empat sehat lima sempurna (4 Sehat 5 Sempurna).
Ketua Umum LSM DPN LABRAKI, (Lembaga Barisan Anti Korupsi Indonesia), Abd Hafid DT, di temui Awak Media Online Bomwaktu.com, di sela sela waktunya ngopi bareng di warung nasi dan warkop bertempat di desa Bontoala Kecamatan Pallngga Gowa, menyebutkan, pelaksana tugas harian (PLH) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Pedastri) lingkup pemda Gowa, Dra. Kamsina MM, Dg Tarring, yang juga Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, menjaga suasana agar para pedagang yang di perioritaskan buat pedagang kaki lima (PK5) yang sudah puluhan tahun macetkan sarana jalan seluruhnya bisa tertampung masuk berdagang di areal pasar Bontorea
Selanjutnya, kata, Daeng Tiro, asli Kecamatan Pallangga Gowa, kami akan melakukan pengawasan, artinya, bila mana mantang Camat Pallangga ini, di temukan memperioritaskan banyak orang luar ketimbang pedagang kaki lima ((Pk-5) Kecamatan Pallangga Gowa, atau tidak sesuai Zona, maka LSM DPN Labraki akan turun langgang untuk melaporkan kepada pihak terkait, seperti DPRD Gowa, dan Bupati Gowa.
Semoga Bupati Gowa, sedapat mungkin dapat menjaga para penjual, agar tercipta suasana kondusif dan terjaga dalam menjalankan aktifitasnya untuk berjualan di pasar tradisional Bontorea.
Yang sekaligus lebih memprioritaskan warga pedagang kaki lima (pk-5) di Kecamatan Pallangga Gowa. Dan itulah janji pemerintah daerah Gowa jauh sebelum pasar ini selesai di bangun.
Dan itulah upaya tugas dan peran pemerintah, yang sebenarnya peduli kepada rakyatnya. Jangan sampai jebol pedagang luar jadi prioritas, masuk kuasai kios tempat penjualan di pasar Bontorea Pallangga Gowa.
Munculnya, pasar Bontorea Pallangga Gowa, tentu paling tidak, sarana poros jalan khususnya jalur depan Stadion Olahraga sudah tidak macet lagi, karena semua pedagang yang setiap malam sampai pagi memacetkan jalan, seluruhnya di arahkan masuk kembali di pasar Bontorea tersebut
Olehnya itu, LSM Labraki akan membentuk tim khusus untuk lakukan pantauan terkait seperti apa keberadaan pasar tradisional, jangan sampai “gayanaji” seperti pasar di sunggumisa Gowa, banyak di kuasai orang luar, “Ketua Umum LSM DPN LABRAKI, (Lembaga Barisan Anti Korupsi Indonesia), Abd Hafid DT. Sabtu (25/3/23) (**)




