
Bomwaktu.com. Gowa, Sulsel — “Pakaian bekas atau istilah ‘Cakar’ umumnya adalah pakaian impor dijual di pasar merupakan alternatif untuk busana lebaran bagi sejumlah kalangan masyarakat, utamanya ibu-ibu.
Awal puasa Ramadhan jatuh pada Kamis (23/3/2023), masuk pada hari Senin (10/4/23), bulan Ramdhan, warga sudah nampak terlihat menyempatkan waktunya untuk berduyung duyung berbelanja di pedagang pakaian bekas dengan istilah “CAKAR” kompleks Pasar Minasa Maupa Lantai 2.
Salah seorang pembeli, pakaian bekas atau Cakar, tak ingin namanya di publis, menyebutkan, di lantai 2 Pasar Induk Minasaupa Kecamatan Somba Opu, Sungguminasa Gowa, tempatnya jualan pakaian bekas atau Cakar, dengan harga terjangkau.
Harga 1 (satu) buah, pakaian bermerk di belinya, dari Rp. 100.000, 50, Rp. 30, SD Rp. 20.000. apalagi kalau buka baru “kami di telpon oleh langganan untuk datang memilih bahan pakaian.
Olehnya itu, seperti biasanya, meskipun bukan menghadapi hari raya Idul Fitri 1444 H. “Kami memang terbiasa beli pakaian bekas, unik dan bermerek dan menjadikan cakar sebagai salah satu pemenuhan pakaian kebutuhan keluarga.
Apalagi, lanjut, dia, kualitas dan modelnya pakaian bekas atau “cakar” banyak yang unit dan bakal tidak kalah dengan pakaian di jual di pusat perbelanjaan, toko besar dan harganya pun, terjangkau ketimbang di jual di toko.
Terpisah, salah seorang penjual Cakar, Topi, tidak ingin namanya di publis mengatakan, setiap bongkar kami memang menghubungi masing-masing langganan di rumahnya. Pedagang pakaian bekas atau Cakar, mengaku mengalami peningkatan pembeli setiap harinya,
“paparnya, dia, kepada media baru baru ini.
Terpisah, salah seorang perempuan warga Bontonompo Gowa, tidak ingin namanya di pamer di portal media ini, mengatakan, kami bersama suami datang membeli celana bekas istilah cakar dengan harga murah di bulan suci ramadhan, lantai 2 Pasar Induk Minasaupa Kecamatan Somba Opu, Sungguminasa Gowa.
Di bulan Ramdhan ini, pasalnya, kebutuhan makanan di dapur rumah cukup tinggi, hal ini di picu lantaran harga di pasaran tidak normal dan mahal.
“Sebagai ibu rumah tangga, tentu saya harus pandai-pandai, mengatur belanja, di tambah lagi pekerjaan suami hanya sebagai buruh bangunan. Karena itu, dia mengaku tidak malu membeli pakaian bekas untuk anak-anaknya, dan suaminya, “katanya, dia. Rabu (19/4/23).



