Bomwaktu.com, Makassar Sulsel — Seorang pemuda Rian 27 tahun, asli bugis menaruh hati pada seorang gadis Perempuan Andini 26 tahun, asli bugis Makassar.

Ke dua sejoli bagai kisah Rama dan Shinta, yang berisi pernyataan cinta. Apalagi ke dua pasangan ini, sama sama satu Kampus di Unhas makassar, yang sudah melewati kurang lebih 2 tahun menjalin percintaan.
Untuk melangkah pada jenjang lebih serius, maka orang tua Rian melamarkan gadis idamannya itu. kemudian jika di respon oleh keluarga perempuan, maka ditetapkanlah waktu untuk Mappetuada (melamar red).

Untuk di ketahui, kedua mempelai perempuan Andini lulusan terbaik Unhas Makassar, wisuda program Sarjana (S1) Psikologi Unhas Andini usia 26 tahun.
Demikian halnya mempelai laki laki Andrian 27 juga Sarjana (S1) fakultas kelautan dan Perikanan di Unhas Makassar.

Dalam “Mappettuada”, masing masing di hadiri kedua belah pihak keluarga, baik orang tua perempuan Pian Ali Gambus warga Pinrang dan ibunya mempelai perempuan, Kartini Dg Lele warga asli Mannongkoki Takalar.

Maupun dari keluarga lelaki Andrian bertemu guna membahas terkait mahar pernikahan, tanggal pernikahan, dan keperluan pernikahan.
Acara Mappettuada di gelar lantai 2 di Hotel Amaris Makassar Sabtu (22/6/24), mulai Jam : 09.00, Wita siang, di hadiri, kedua keluarga dari calon mempelai pria dan mempelai perempuan.

Selain itu, sesuai tradisi acara “Mappetuada” keluarga Pria langsung menyerahkan uang pannai yang di terima langsung ibu mempelai perempuan Kartini Dg Lele.
Kemudian di lanjutkan dengan membahas terkait tentang mahar pernikahan, tanggal pernikahan, dan keperluan acara pesta pernikahan lainnya.
Kedua keluarga bersepakat memutuskan perkataan tentang pernikahan, yang puncak acara pestanya di langsungkan pada tanggal (7/9/24) dua bulan kedepan.

Untuk di ketahui, mempelai Andini, merasa terharu, akhirnya meneteskan air mata kebahagiannya di depan kedua orang tuanya, ibunya (Kartini Dg Lele) dan bapaknya (Pian Ali Gambus), beserta ke 2 adiknya, lelaki/Perempuan bernama (ATO dan NINDY).
Hal sama dirasakan oleh ke 2 orang tua mempelai perempuan juga merasakan terharu dan meneteskan air mata melihat anaknya merasa bahagia atas berlangsungnya Mappetuada.

Selain itu, hadir Bapak kandungnya, Pian Ali Gambus, dan Neneknya serta para tante dan omnya, dari Kabupaten Pinrang, dari mempelai perempuan Andini.
Uniknya pada tradisi Mappetuada (lamaran red) para tamu disuguhkan bermancam macam kue aroma rasa manis tradisional dari bugis yang di taruh di atas bosara.
Diharapkan bahwa kehidupan nantinya juga terasa manis seperti kue-kue tradisional dari bugis yang disajikan.
Sementara menurut, salah seorang keluarga dekat mempelai perempuan Andini, menyebutkan, Mappetuada (Lamaran) adalah memutuskan perkataan tentang pernikahan.
Mappetuada, (lamaran red) asal dari kata Bugis “mappettu” yang berarti memutuskan dan kata “ada” yang berarti perkataan, “paparnya, dia, Sabtu (22/6/24). (DL)




