Warga Minta ! Pemerintah Gowa, Hentikan Pendistribusian LPG 3 Kg Ke Warung Jual di Atas HET

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Dari pada resahkan warga miskin, Jual LPG 3 Kg, diatas HET, Rp 78 ribu – 25 ribu, warga minta Pemerintah Gowa, segerah tutup Pendistribusian LPG 3 Kg bersubsidi Ke Warung Kawasan Kecamatan Barombong Gowa, utamanya Warung bahan campuran Jual LPG 3 Kg  Lingkungan Tacciri.

Demikian pula di distributor  pangkalan Log 3 Kg,  juga segerah di tutup usahanya menjual LPG 3 Kg di atas HET, ke warga rumah tangga miskin dan ke warga petani yang di gunakan buat alat pertaniannya.

Seperti modus operandi Harga elpiji 3 kilogram dijual oleh pemilik warung Rp 27 ribu/tabung, di Lingkungan Tacciri Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong Gowa, dan di kawasan desa Panciro Kecamatan Bajeng beserta desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa.

Warung menjual LPG 3 Kg membumbung tinggi, Ini sungguh sangat memberatkan warga miskin kasihan ditengah carut marut ekonomi.

Warga terkesan di kandang paksa di suruh beli Log 3 Kg di atas harga HET. Meski mahal namun Masyarakat membelinya secara terpaksa untuk kebutuhan rumah tangga,” kesalnya, warga ke media ini.

Hal ini mengingat tabung gas Elpiji 3 Kg, bersubsidi yang di jual oleh warung bahan campuran, menjadikannya lahan bisnis demi memperkaya diri sendiri.

Akibat ulah perbuatan pemilik warung menjual LPG 3 Kg jauh diatas HET, tentu merusak citra lembaga institusi pemerintah.

Padahal pengawasan dan pembinaan terhadap penyaluran dan lembaga penyalur LPG subsidi kemasan 3 kg di daerah, merupakan kewenangan pemerintah daerah (pemda) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Pedastri) Pemda Gowa.

Sebagaimana ditetapkan dan diatur dalam Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2011 dan Nomor 05 Tahun 2011.

Ini juga di picu dengan Lemahnya pengawasan, baik dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pihak Kepolisian polres Gowa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Pedastri) Pemda Gowa.

Kasihan masyarakat, menjerit, selain langkah harganya pun melambung tinggi di jualnya LPG 3 Kg, bersubsidi Rp 25 ribu hingga 27 ribu.

Mirisnya, keberadaan LPG 3 KG, salah satu program pemerintah pusat, yang di harapkan bisa membantu yakni bagi warga miskin, ternyata hanya isapan jempol belaka.

Seharusnya, tangkap dan proses oknum pelaku bila ditemukan menjual LPG 3 Kg di atas HET, dan itu bukanmmi lagi rahasia umum, akibat ulah warung bahan campuran, “kesalnya, warga miskin ke media ini. Minggu (13/10/24) (Naja)

Share the Post:
Scroll to Top