Dorong Ketahanan Pangan, Warga Desa Bontomanai buat Empang Untuk Budidaya Ikan Air Tawar 

Bomwaktu.com, Gowa, Sulsel — Dalam rangka mendorong ketahanan pangan masyarakat, maka Daeng Pasang, warga desa Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, tuntaskan pembuatan empang untuk budi daya ikan air tawar.

Foto : Empang Tambak Ikan Tawar, 

Seperti yang kita saksikan bersama, pasalnya, Lahan tidak produktif di sulap menjadi lahan produktif, sudah jadi cetak sawah baru dan kolam pemeliharaan ikan Tawar lokasi desa Bontomanai, sudah berhasil selesai.

Foto ; Cetak Sawah Baru 

Daeng Pasang, menyebutkan, lokasi yang di keruknya menggunakan alat berat sewaan Excapator milik Daeng Nanga warga Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa.

Alhamdulillah, lahan tidak produktif di sulapnya menjadi lahan produktif berupa sawah cetak baru dan juga Empang Untuk Budidaya Ikan Air Tawar sudah berhasil selesai dengan baik sesuai harapannya.

Terpisah, Daeng Nanga mengatakan, kami punya alat berat Excapator di sewa oleh Haji Pasang Warga Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat Gowa, untuk membuat dari lahan tidak produktif di sulap menjadi lahan sawah cetak.baru dan Empang Budidaya Ikan Air Tawar.

Menurutnya, Daeng Nanga, kegiatan pengerukan lahan tersebut, jauh dari permukaan warga desa Bontomanai, yang lokasinya, terdapat pohon bambu dan rumput ilalang.

Meskipun medannya berat, tapi karena warga punya niat baik untuk mengembangkan bidang usaha ketahanan pangan serta terus menunjukan komitmennya dalam  meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Untuk di ketahui, Daeng Nanga mengakui bila medan yang di lalui, cukup berat. Akibatnya, melalui uang pribadinya, mereka langsung memperbaiki badan jalan melalui penambahan bahan material berupa sirtu.

Kondisi saat ini, sawah cetak baru untuk tanaman palawija dan Empang Budidaya Ikan Air Tawar, sudah berhasil selesai pengerukannya menggunakan alat berat.

Bahkan selama.ini melakukan aktivitas pengerukan tidak ada warga yang merasa komplaeng malahan berterima kasih, kepada Daeng Nanga, pengusaha beralamat Kelurahan Kalaserena Kecamatan.Bontonompo Gowa.

Apalagi jalanan yang sering di lalui oleh warga tani, desa Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat Gowa, kami perbaiki.

Karena itu, lanjut Daeng Nanga, justru kami heran kalau bermunculan di media sosial seakan akan ada warga komplaeng saat kami lakukan pengerukan.

Kecuali si pemilik lahan komplaeng tentu sudah terang kami sudah lama tinggalkan lokasi ini.

Artinya, pemberitaan simpang siur alias tidak jelas siapa gerangan narasumbernya, justru membuat kami merasa tidak nyaman.

“Masa orang luar yang komplaeng sementara orang dalam di desa ini, tidak pernah ada yang datang kehadapan kami untuk menyuruh berhentikan aktivis pengerukan, nah ! Tentu ada apa, “pungkas, Daeng Nanga.

Ini maaf, saya tidak menggurui, alangkah bagusnya bila membuat juga berita segi positifnya, seperti pembuatan Empang pemeliharaan budidaya ikan Tawar, dan piutang sawah cetak baru.

Bukan hanya datang ke lokasi hanya membuat segi Negatifnya saja, “tandas, Daeng Nanga kepada media ini, Rabu (23/7/25) (Naja)

 

Share the Post:
Scroll to Top