Bomwaktu.com, Gowa, Sulawesi Selatan — Isu perselingkuhan yang menyeret nama seorang pejabat publik di Kabupaten Gowa belakangan menjadi perbincangan hangat. Namun, sejumlah pihak menilai kabar tersebut berpotensi sebagai bagian dari manipulasi politik.

Isu-isu pribadi seperti perselingkuhan kerap dihembuskan untuk kepentingan tertentu, terutama dalam dinamika politik, baik untuk menjatuhkan lawan maupun mengalihkan perhatian publik dari isu lain.
Secara terpisah, seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan pejabat publik tanpa bukti yang jelas dan terverifikasi dapat menimbulkan dampak negatif luas di tengah masyarakat.
“Informasi seperti ini sangat sensitif. Jika tidak didukung fakta yang kuat, justru bisa memicu opini liar dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.
Masyarakat Gowa pun diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Warga diminta tetap fokus pada program-program pemerintah daerah yang tengah berjalan, khususnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang saat ini menjadi perhatian adalah pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa serta keterangan sejumlah warga, terdapat indikasi bahwa isu yang beredar memiliki potensi sebagai bagian dari strategi manipulasi politik.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti konkret yang dapat menguatkan dugaan tersebut, sehingga masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
(Tim)



