Bomwaktu.com Gowa, Sulsel — Sejumlah warga Kabupaten Gowa menyuarakan apresiasi atas ketegaran Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, dalam menghadapi berbagai isu yang beredar, termasuk dugaan konspirasi politik yang disebut-sebut bertujuan menjatuhkan kepemimpinannya.

Gbr Ilustrasi Tikus berdasi
Menariknya, Bupati Husniah Talenrang justru dinilai tidak pernah terlibat dalam kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) – tiga tindakan penyalahgunaan jabatan yang merugikan keuangan negara.
Hal ini kontras dengan dugaan kasus yang mungkin melibatkan pejabat teras lainnya di Gowa.
Masyarakat justru mempertanyakan, mengapa oknum pejabat yang diduga masih memiliki masalah dugaan Korupsi miliaran atau ratusan juta rupiah belum tersentuh hukum? Pejabat di Gowa seharusnya bebas dari kontaminasi kasus dugaan KKN.
Alih-alih mengusut tuntas dugaan KKN yang merugikan negara, perhatian publik justru terkesan teralihkan oleh berita fitnah yang ditujukan kepada Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, yang seolah dibesar-besarkan.
Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, putri daerah asli Bontonompo, Kabupaten Gowa, yang juga merupakan adik kandung dari Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Dr. Drs. Mohammad Fadil Imran, M.Si., serta adik dari Bupati Takalar, kini menjadi sorotan.
Warga di Kecamatan Bontonompo Gowa mengungkapkan keprihatinan mereka atas penyebaran berita bohong (hoaks) yang sangat sensitif melalui media sosial oleh kelompok oknum tertentu yang menyerang Bupati Gowa.
Warga berharap Bupati Gowa diberikan kesempatan untuk membangun daerah tanpa tekanan konspirasi politik dari kelompok tertentu.
Muncul pertanyaan, ada apa dengan pemimpin nomor satu di Gowa ini, yang tiba-tiba diserang di tengah upayanya yang terlihat aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai visi dan misi demi kesejahteraan masyarakat.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan, termasuk pemberitaan yang belum terverifikasi di media sosial dan kritik dari berbagai pihak,
Bupati Husniah Talenrang tetap memilih fokus bekerja dan melayani masyarakat.
Ibarat pepatah, “anjing menggonggong kafilah berlalu,” beliau tetap melangkah dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang menyerangnya.
Berdasarkan pantauan, dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Gowa masih cukup kuat.
Warga menilai kesabaran dan keteguhan yang ditunjukkan dalam menghadapi berbagai cobaan merupakan cerminan kepemimpinan yang matang.
Mereka berharap situasi kondusif tetap terjaga agar pembangunan di Kabupaten Gowa dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat, “harapnya. (Tim)




