Viral Pelaku Diduga Fitnah Bupati Gowa, Langgar Etika Siri’ na Pacce

Bomwaktu.com Gowa Sulawesi Selatan – Seorang peserta aksi demo bernama Enal diduga telah melontarkan pernyataan yang berbau fitnah dan penghinaan terhadap Bupati Gowa, Husniah.

Peristiwa ini terjadi di tengah jalannya aksi unjuk rasa, Jumat 26 April 2026, dan langsung menyentuh nilai luhur budaya Makassar yaitu siri’ na pacce.

Dalam pernyataannya di hadapan massa dan warga yang hadir, Enal menyampaikan tuduhan yang bersifat sensasional.

Enal bahkan menyampaikan deskripsi yang sangat vulgar dan tidak senonoh.

Tak hanya itu, Enal juga secara terbuka menantang Bupati Gowa untuk segera melaporkannya ke pihak berwajib jika tuduhan yang disampaikannya dianggap tidak benar atau hoaks.

Pernyataan yang dianggap sangat keji dan merendahkan martabat tersebut tidak hanya disampaikan di hadapan publik saat demo, namun juga tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Hal ini memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya warga yang berasal dari Kecamatan Bontonompo dan Bontonompo Selatan.

“Sangat keterlaluan, memfitnah dan menghina Bupati Husniah secara terbuka, apalagi sampai disebar ke medsos.

Ini sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh penegak hukum,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menilai, tindakan Enal bukan hanya menyerang pribadi dan keluarga Bupati Gowa yang merupakan warga asli Bontonompo Gowa namun juga telah mencemarkan nama baik Pemerintah Daerah Gowa.

Tuduhan tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dan keharmonisan masyarakat.

“Belum pernah kami temui orang sekeji ini, berani sekali melontarkan penghinaan sedalam itu kepada pemimpinnya.

Seharusnya Polres Gowa dan Satpol PP langsung turun tangan melarang pernyataan-pernyataan yang bersifat fitnah dan merusak ini,” tegas warga lainnya.

Bahkan, kekecewaan masyarakat memuncak dengan pernyataan bahwa jika aparat di lingkungan Pemerintah Daerah Gowa dinilai tidak mampu meredam atau menindak tegas perbuatan tersebut, masyarakat sendiri siap turun ke lapangan untuk membela kehormatan yang telah dicemarkan.

Dalam pandangan budaya Makassar, peristiwa ini dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap prinsip siri’ na pacce — nilai yang menjunjung tinggi harga diri, kehormatan, serta rasa kepedulian dan tanggung jawab bersama.

“Sebagai orang Makassar asli, nilai pacce nasiri harus kita junjung tinggi.

Jangan biarkan oknum sembarangan memfitnah dan merusak martabat orang lain, apalagi yang dihina adalah pemimpin daerah kita.

 

Kita semua harus bersatu mempertahankan norma dan kehormatan yang telah dijaga turun-temurun,” pungkas warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Satpol PP Gowa, maupun aparat penegak hukum terkait pernyataan penghinaan. (Tim)

Share the Post:
Scroll to Top