Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Pepatah “Mulutmu Harimaumu” berarti ucapan atau perkataan Anda dapat menjadi senjata berbahaya yang menyakiti orang lain jika tidak dijaga.
Seperti “Pernyataan ‘Rakyat Jelata’ yang kuat indikasi muncul di Politisi PDI, Deddy Sitorus, jhal ini tentu dinilai Merendahkan, alhasil Kritik Pedas Mengalir Deras di seluruh penjuruh.

Marilah kita ingat Pepatah ini !!! jabatan yang kita miliki adalah amanah atau pemberian dari Tuhan.
Seperti Pepatah “Jabatan itu hanya daki menempel, jangan sombong sok kuasa” berarti bahwa kekuasaan dan jabatan bersifat sementara dan akan hilang, seperti daki yang menempel dan bisa terhapus, sehingga seseorang tidak seharusnya menyombongkan diri atau merasa paling berkuasa karena hal itu akan membawanya pada kejatuhan.

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menyombongkan diri karena semua itu hanya titipan.
Seperti di kutip laman di media sosial, Pernyataan politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, terkait penggunaan istilah ‘rakyat jelata’ yang lagi viral dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, di selah pelaksanaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI Ke 80) menuai kecaman luas dari berbagai kalangan.
Pimpinan redaksi medi Online Bomwktu dan Channel TV You Tube, Najamuddin Daeng Serang, merasakan sangat terpukul dengan kata kata tak pantas di ucapkan sosok seorang fugur pablik yang sudah sandang jabatan empuk di Dewan Perwakilan Rakyat.
Nah ! saya jelas tesinggung juga doonk, atas pernyataan yang terkesan merendahkan rakyat, karena saya ini juga rakyat biasa alias tidak punya jabatan.
“Kami menilai Istilah tersebut dianggap merendahkan dan tidak mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini digaungkan oleh partai.
Alih alih, justru Pernyataan itu, sudah jelas Menimbulkan Reaksi keras datang dari warganet, aktivis sosial, hingga pengamat politik.
Apalagi jika mencari suara, yang selalu dengung dengungkan setia pada rakyat bila kelak nanti terpilih jadi wakil rakyat baik di kursi DPRD, DPR, DPR RI.
Bahkan Banyak yang menilai bahwa penggunaan istilah ‘rakyat jelata’ menunjukkan adanya jarak antara elit politik dan masyarakat yang seharusnya mereka wakili dan membantu telorkan janji janji politiknya.
“Sebagai wakil rakyat, kata, Najamuddin, warga Kabupaten Gowa, seharusnya seorang politisi lebih berhati-hati dalam memilih kata menyenangkan, jangan sampai seperti Pepatah “Mulutmu harimaumu” berarti perkataan buruk yang keluar dari mulut dapat membahayakan diri sendiri, seperti serangan harimau yang dapat melukai atau bahkan mematikan.
Perkataan itu bisa berupa makian menyakitkan, cemoohan, atau ucapan yang dapat menyerang orang lain, yang nantinya bisa berbalik menghantam diri sendiri.
Istilah ‘rakyat jelata’ itu memang d nilai sangat tidak pantas, apalagi diucapkan oleh seorang Figur Pablik yakni sosok politis dari Partai sebagai anggota dewan,” tandasnya.
Di kutip laman di media sosial, (Medsos) tagar #DeddySitorusMerendahkan menjadi trending topic.
Warganet ramai-ramai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sambung Najamuddin, tampa rakyat tentu tidak ada ini negara berdiri kokoh, tampa rakyat tidak bakal mungkin ada rumah rakyat (Gedung DPR red)
Apalagi Gaji Anggota Dewan menilainya, di serap juga melalui pungutan pajak pajak dari rakyat, masa rakyat kamu sakiti ? tentu ada apa dengan semua ini ?
“Kalau rakyat kamu sakiti pak dewan, tentu buat apa lagi pemilihan DPRD DPR DPR RI, ? selain itu buat apa lagi ada berdiri gedung DPR ?.
Seperti yang termuat di medsos, banyak kalangan menginginkan bubarkan saja DPR, tentu sebagai rakyat yang tersakiti, sambung penggiat media ini, tentu pernyataan tersebut, juga kami siap mendukung kalau itu memang asfirasi yang menginginkan.
Saya balik bertanya kepada DPR, nah ! apa untungmu kamu bilangi rakyat Jelata ?, masa sosok anggota DPR tidak kasihan kepada rakyat mu yang masih banyak kodong di rendung kesusahan termasuk saya ini,
"Marilah kita ingat Pepatah ini ! bahwa semua
jabatan yang kita miliki adalah amanah atau pemberian
dari Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk
menyombongkan diri karena semua itu hanya titipan
Berdasarkan pantauan di media sosial, baik saluran Televisi dan alat elektronik Handphone, Pernyataan anggota DPR RI, yang menyebut ‘rakyat jelata’ dalam sebuah wawancara memicu gelombang reaksi negatif dari warganet.
Banyak yang menilai penggunaan istilah tersebut merendahkan dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik. Tagar #DeddySitorus trending di media sosial, dengan ribuan komentar yang mengecam pernyataan tersebut. (*)




