Bomwaktu.com, Gowa — Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler angkatan 77 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar malam rama tamah yang berlangsung hikmat sekaligus mengharukan pada Sabtu (6/9) pukul 20.00 WITA.
Acara ini menandai berakhirnya masa KKN selama 45 hari yang diisi dengan berbagai program pengabdian oleh 11 mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Malam perpisahan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Muhammad Hatta, Dosen Pembimbing KKN UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Firdaus M.Ag (atau yang mewakili), para kepala dusun, ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan pemuda, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat lainnya.
Suasana haru terasa saat para mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan selama berada di desa, serta ucapan terima kasih atas penerimaan hangat dari seluruh warga.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Gowa, Muhammad Hatta, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar atas kehadiran dan pengabdian mereka selama 45 hari di desa tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UIN Makassar. Selama 45 hari, adik-adik telah memberikan kontribusi yang berarti bagi desa kami,” ujar Muhammad Hatta.
Beliau juga menambahkan, “Jika selama berinteraksi ada kesalahan atau kekurangan dari pribadi saya maupun warga desa, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Selamat jalan, adik-adik. Raihlah cita-cita setinggi langit, “ujar, Muhammad Hatta.
Selanjutnya, Mahasiswa KKN UIN Makassar, mengatakan, Dengan hormat, Bapak Muhammad Hatta, Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Muhammad Hatta, Tak terasa, 45 hari telah berlalu sejak kami, 11 mahasiswa KKN UIN Makassar, menginjakkan kaki di desa yang penuh kehangatan ini.
“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas bimbingan, nasehat, dan pelajaran berharga yang Bapak berikan.
Setiap arahan yang Bapak sampaikan menjadi kompas bagi kami dalam menjalankan program-program KKN.
Desa Bontobiraeng Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, telah menjadi rumah kedua bagi kami.
“Kami belajar banyak tentang kehidupan bermasyarakat, gotong royong, dan kearifan lokal yang mungkin tidak kami dapatkan di bangku kuliah.
Semua ini berkat dukungan dan bantuan dari Bapak Muhammad Hatta, juga istrinya, Nasramina SP.d, serta seluruh warga desa.
Selama berinteraksi dan berproses di sini, tentu ada kalanya kami melakukan kesalahan atau kekhilafan.
Untuk itu, dengan kerendahan hati, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga, dan kami dapat terus berkontribusi bagi kemajuan desa ini di masa mendatang. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Acara ini juga di hiasi dengan pegelaran seni tari tarian dari desa Bontobiraeng Selatan Kecamatan Bontonompo Gowa




