

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warga menyayangkan adanya upaya sistematis untuk menyudutkan Bupati Gowa. Mereka menilai serangan tersebut tidak etis, apalagi dilakukan saat Bupati tengah fokus menjalankan program kemaslahatan masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program bedah rumah.
“Munculnya pemberitaan yang terkesan dipaksakan dan berulang-ulang justru membuat kami simpatik kepada Bupati. Kami sudah paham sepak terjang oknum tertentu yang ingin memperkeruh suasana,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat mulai mempertanyakan motif di balik hilangnya konten-konten tuduhan secara mendadak dibandingkan dengan pemberitaan sebelumnya. Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa isu tersebut hanyalah manuver politik sesaat yang tidak memiliki landasan hukum atau fakta yang kuat.
Warga berharap kelompok-kelompok tertentu menghentikan kegaduhan politik yang tidak produktif dan beralih mendukung program pembangunan daerah. Menurut mereka, upaya pelengseran paksa terhadap pemimpin yang dipilih secara demokratis hanya akan merusak kondusivitas wilayah.
“Saatnya hentikan kegaduhan ini. Jangan korbankan ketenangan masyarakat demi ambisi politik. Rakyat tetap bersama Bupati untuk melanjutkan pembangunan di Gowa,” pungkas warga tersebut.




