
ilustrasi gambar
Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Sungguh di sayangkan jika aparat mantan Kepala desa (Kades)Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Asrul, ST, di duga bermulut buas dan kotor, hal itu mencoreng-moreng institusi lembaga pemerintahan desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa.
Aparat desa Jenetallasa, di tuntut oleh aturan betugas di kantor, melayani masyarakat dari pagi sampai sore. Bahkan mereka harus menunjukkan sikap santun dan sopan, baik tutur kata, dan perilkunya.
Bagaimana, bisa melayani dengan baik warga, “jika masih ada aparatnya, terkesan masih bersikap berprilaku emosi, tentu sebaliknya hasil pelayanannya pun buruk atau amburadul.
Baik itu pelayanan di Kantor desa Jenetallasa, maupun pelayanan lewat Handphone pribadinya perangkat desa. Seorang aparat perangkat desa jika ditanyai oleh warga dan awak media. Pasalnya, tentu tidak boleh berlaku bak Kepala desa, dan Bupati Gowa, lancang bicara meskipun yang disampaikan itu dinilai kurang benar.
Seperti, bahasa kotor kurang sedap diduga di lontarkan oleh seorang perangkat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Andika, kepada awak media pimpinan media online Bomwaktu com, Najamuddin yang Andika menyebutkan, “Heh TAILSONU … TAILASONU“, “kata, Andika via Hanphone pribadinya saat dihubungi.
Peristiwa lontaran pernyataan Kotor, yang sangat bertentangan dengan adat orang Gowa, juga memberikan perasaan tidak menyenangkan, kepada awak media ini, berlangsung Rabu (10/05/23) sekira, Jam ; 08.00, wita malam.
Terkait, lontaran Pernyataan bau kotor keluar dari mulutnya tersebut, “TAILASONU” dari seorang aparat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Andika, kepada Wartawan, tentu wajar menuai protes keras dari Pimpred Bomwaktu.com dan media Jeneberang.com.
“Kami tidak terima, di bilangi “heh TAILASONU, geram, Naja, kepada perangkat desa Jenetallasa, Andika.
Sehingga, saat kami ingin melaporkan, pelaku Andika, di Kantor Polsek Pallangga Polres Gowa, Rabu (10/5/23).
Beruntung Camat Pallangga Gowa, Syahrial, cepat meredam, bahkan, Syahrial, sebagai PLT Desa Jeneallasa kecamatan Pallangga Gowa, prihatin dengan munculnya bahsa kurang sedap di lontarkan seorang aparat desa Jenetallasa, apalagi kepada awak media.
Syahrial, kembali menenangkan hati kuli tinta, Najamuddin, dengan maksud, supaya masalah ini tidak terlaporkan di Kantor Polisi, harapnya, sembari kembali dia tambahkan, besok akan kita pertemukan di Kator desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Jam : 10.00, Wita,”utupnya, dia.
Selain itu, saya juga, sudah melaporkan masalah dialaminya di Binmas Polsek Pallangga Polres Gowa, bertugas di desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa.
Binmas Polsek Pallngga Polres Gowa, juga menyayangkan perbuatan aparat desa, melontarkan bahasa diduga kotor berbunyi kurang baik apalagi kepada wartawan sebagai mitra.
Olehnya, itu besok aparat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Andika, harus di mediasi untuk di pertemukan supaya masalah ini segerah kelir, dan tidak terjadi apa-apa di kemudian hari,”harapnya, Binmas Polsek Pallangga Gowa, mengembang tugas wiayah hukum desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa. Rabu (10/5/23)
Terkait awal mula munculnya, bahasa dugaan kurang menyenangan berbunyi dugaan “heh TAILSONU …. TAILASONU, yang di lontarkan oleh Aparat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Andika, bermula Asriani Siang hanya sekedar mempertanyakan, kepada aparat desa yang tangani soal berkas pendftaran siswa berprestasi.
Selanjutnya, kata, Asriani, warga asli desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, sudah sejauh mana gerangan hasil seleksi perekrutan siswa berprestasi yang di biayai oleh dana desa (DD).
Bagimana tidak, sebab Bupati Gowa, hampir setiap saat mesosialisasikannya, soal siswa berprestasi, baik lewat pidato forum resmi, lewat kanal media sosial, bahwa yang di lolos yakni khusus betul betul siswa berprestasi. Karena itu, sebelum ada keputusan, harus di seleksi baik tingkat Kabupaten dan desa, sesuai prosodur aturan. Kalau lolos seleksi dan betul betul Siswa tersebut berprestasi, alias tidak mengada – ada, maka siswa berprestsi itulah harus mendapatkan biaya anggaran pendidikan, melalui Dana Desa (DD).
Alhasil, ternyata jawabannya itu aparat desa Jenetallasa, Andika, terkesan pura-pura tidak tahu, malah Andika kembali mengatakan, kapan itu anak ibu mendaftar ? dan anak ibu Asriani Siang tidak masuk nama Kampusnya Unhas Makassar dan jurusannya juga tidak masuk sesuai keinginan Bupati Gowa, DR. Adnan Purichta Ichsan, YL, SH.MH, makanya, tidak pantas mendapatkan biaya siswa berprestasi.
Selanjutnya, kata, Andika kepada Asriani Siang, sudah adami bu Ani lolos seleksi kuliah di UNIM Makassar. Setelah berulang-ulang mengatakan, bahwa tidak masuk jurusannya anaknya ibu, akbatnya, Wartawan Bomwakt.com, Najamuddin, kembali mengingatkan, itu salah pernyataan Andika, selnjtnya, lanjt Najamddin, yang benar sering di lontarkan oleh Bupati Gowa, adalah Siswa paling berprestasi, buan jurusan.
Apalacur, tiba-tiba perangkat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, sok berlagak Kepala desa dan Bupati Gowa, tiba-tiba diduga melontarkan kata kurang sedap, mengatakan, He… TAILASONU…..TAILASONU kepada Pipred Media Online Jeneberang.com, Najamuddin Dg serang asli kelahiran Bontonompo Gowa, via Hanphone pribadinya.Rabu (10/5/23)
Andika kembali ditanyai oleh media ini, via Hanphone pribadinya, mengapa kau berkata Tailasonu ? dengan lantan Andika menjawab, terlalu keras bunyi mulutnya, selanjutnya, kembali Asriani menjawab, itu biasa yang penting bukan berkata kotor. Dan seumur hidupnya najamuddin, melalang buana, tak satupun yang pernah mengatakan, TAILASONU kepada suami saya wartawan senior Najamuddin Serang, dan aktivis LSM, Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Pemuda Panca Sila (PP)
Olehnya itu, meskipun masih pelaksana tugas (PLT) Camat Pallangga Gowa, Syahrial, dengan harapan, warga, sikap dan perlakuan kasar oleh aparat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Andika, perlu di beri sangsi.
“Jika perlu di keluarkan saja sebagai aparat desa, sebab bila dipertahankan orang berprilaku kurang baik kepada warga dan kepada wartawan, itu bisa menciptakan peta komplik dan sangat mencoreng moreng institusi lembaga pemerintah desa kuhususnya desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa. Apalagi Wartawan adalah mitra pemerintah yang perlu dijaga dan di hargai, bukan di bilangi “Tailasonu”
Perlu di ketahui, selama 2 periode pemerintahan desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gwa, Asrul, ST, wartawan Bomwaktu.com an Jeneberang.com, kerab membuat berita citra baik termasuk Wisata Kampung Rewako. Nah ! seperti ini bahasa kotor kamu balaskan kepada Wartawan ? kesal, Ani. Rabu (10/5/23)
“Jika tidak di berikan sangsi, perangkat desa berprilaku buruk mulutnya kepada orang apalagi kepada Wartawan sebagai mitra, maka kami akan menghadap INSPEKTORAT Gowa, bersama teman teman media dan LSM lainnya, dan jika perlu menyampaikannya kepada Bupati Gowa, DR, Adnan Purichta Ichsan, SH.MH. (bersambung)




