Bomwaktu.com, Gowa Sulse –– Bela diri kita, bela kehormatan kita, karena kita adalah perempuan yang kuat, berdaya, dan pantas mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya.
Di sudut kota yang ramai, di tengah hiruk pikuk perebutan kekuasaan, tersembunyi sebuah kisah pilu tentang seorang perempuan. Seruan Perempuan Gowa Bersatu Melawan Pelecehan dan Fitnah demi Menjaga Martabat.

Ia adalah pemimpin, Bupati Gowa, Doktor Haja Husniah Talenrang, asl berdarah Bontonompo Gowa.
Sosok yang seharusnya dihormati, namun kini terjerat dalam jaring fitnah keji. Tuduhan perselingkuhan, bagai belati tajam, menusuk hatinya yang lembut, meninggalkan luka menganga yang tak terperi.

Masyarakat Kaum Perempuan Bontonompo Gowa Siap turun aksi
Mulutmu harimau, tanganmu harimau. Pepatah ini seolah menjadi cerminan betapa kejamnya lisan dan perbuatan yang ditujukan padanya.
Ia, seorang perempuan, makhluk yang dianugerahi perasaan halus dan kelembutan, justru diperlakukan tanpa belas kasih.
Fitnah ini bukan sekadar rumor, melainkan senjata yang ditembakkan untuk menjatuhkannya, hanya demi ambisi segelintir orang yang haus akan kekuasaan.
Sang Bupati Gowa, yang seharusnya menjadi pelindung bagi rakyatnya, kini harus menanggung beban tuduhan yang tak berdasar. Ia menjadi korban dari permainan politik kotor, di mana kehormatan dan martabatnya direnggut paksa.
Di balik senyumnya yang tegar, tersimpan tangis yang tak terdengar, jeritan hati yang merintih dalam kesendirian.
Sungguh tak pantas seorang perempuan diperlakukan seperti ini. Kelembutan hati dan kekuatan batinnya seharusnya menjadi inspirasi, bukan sasaran empuk fitnah dan penghinaan.
Kasus ini bukan hanya menimpa satu individu, tetapi juga mencoreng nama baik seluruh kaum perempuan, merendahkan martabat mereka yang seharusnya dijunjung tinggi.
Dugaan keterlibatan “Mister X” bekrja sama sejumlh oknum pejabat dalam penyebaran fitnah ini semakin menambah daftar kepedihan.
Niat jahat untuk merebut kekuasaan dengan cara-cara biadab ini sungguh tak termaafkan.
Semoga Allah SWT memberikan hukuman setimpal, baik di dunia maupun di akhirat, kepada siapa pun yang terlibat dalam permainan keji ini.
Oleh karena itu, seruan ini bergema, menggugah hati para perempuan Gowa.
Mari kita bangkit, satukan suara, dan gelar aksi nyata. Tunjukkan bahwa kita tidak akan tinggal diam melihat kaum kita dilecehkan, dipermainkan hanya demi kekuasaan.
Bela diri kita, bela kehormatan kita, karena kita adalah perempuan yang kuat, berdaya, dan pantas mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya.
Perempuan perlu membela diri dan menjaga kehormatannya. Mereka adalah sosok yang kuat, berdaya, dan berhak mendapatkan penghargaan serta perlindungan yang setinggi-tingginya.”




