Bomwaktu.com Gowa, Sulsel — Ratusan hingga ribuan warung kopi (warkop) tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain menjadi penggerak ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja, warkop juga berfungsi sebagai ruang publik bagi masyarakat.
Salah satu titik pertemuan warga adalah Warkop 36 yang berlokasi di Sungguminasa. Beragam kalangan terlihat berkumpul di tempat ini, mulai dari tokoh masyarakat, mantan anggota legislatif, aparatur sipil negara (ASN), hingga personel kepolisian.
Pada Senin (4/4), suasana di warkop tersebut tampak santai dan akrab. Para pengunjung menikmati kopi sambil berbincang dan berdiskusi ringan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aktivitas di warkop lebih banyak diisi dengan obrolan santai dan berbagi pengalaman sehari-hari.
“Kami rutin minum kopi di sini bersama teman-teman, dan tidak pernah membicarakan hal yang bersifat pribadi atau merugikan orang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, warkop bukan tempat untuk menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau menjelekkan pihak tertentu.
Sementara itu, pemilik Warkop Captain Kayla di Kecamatan Pallangga, Herianto, menyampaikan bahwa warkop pada dasarnya merupakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Warkop Captain Kayla yang berlokasi di Jalan Poros Pelita, Desa Bontoala, diketahui baru beroperasi sejak Jumat (17/5).
Menurut Herianto, diskusi di warkop sah-sah saja selama bersifat membangun dan tidak mengandung unsur fitnah.
“Silakan menyampaikan kritik yang konstruktif, namun hindari penyebaran isu yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Selain menjadi tempat berdiskusi, warkop juga dimanfaatkan sebagai sarana relaksasi oleh masyarakat. Fasilitas seperti Wi-Fi gratis dan hiburan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola Warkop 36 belum memberikan keterangan resmi. (Naja)




