Bomwaktu.com, Gowa Sulawesi Selatan – Asriani Siang bersama suami menyatakan bahwa langkah tegas yang mereka ambil untuk membela Bupati Gowa, Husniah Talenrang dari serangan isu yang dinilai tidak beretika, murni didasari atas dorongan atau petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan semata-mata untuk mencari perhatian, panggung, atau keuntungan jabatan.
Kisah pembelaan ini bermula saat sosok Husniah ibarat sebuah kapal besar yang nyaris tenggelam akibat ulah nahkodanya sendiri.
Di tengah situasi kritis dan sepi pembelaan itulah, Asriani bersama suami bagaikan mengemudikan perahu kecil menerjang badai dan ombak besar, bergerak menyambangi dan mengangkat kembali martabat Husniah.

Di atas perahu kecil itu, diiringi tangis haru dan duka mendalam, hanya ada tiga orang yang berdiri teguh saat itu: Asriani, suaminya, dan Husniah.
“Saat Ibu Husniah mendapat tamparan keras lewat isu yang tidak beretika, nyaris tak ada satu pun pihak yang berpihak atau berani melakukan pembelaan.

Beruntung, kami merasa ditunjuk dan diberikan petunjuk atau Hidayatullah oleh Tuhan, untuk menentang badai besar yang sedang menghantam beliau,” ungkap Asriani.
Tanpa ada perintah atau komando dari pihak mana pun, di tengah rasa sedih dan prihatin, Asriani dan suami merancang langkah sendiri untuk turun langsung ke tengah situasi demi membantu Husniah.

“Alhamdulillah, hampir setiap malam dan siang, saya merasa mendapat petunjuk tersebut. Saya duduk berjam-jam, bahkan sehari semalam, untuk menyusun tulisan, membuat berita, mengelola tayangan televisi, hingga konten media sosial seperti TikTok.
Kami melakukan perang media, di mana satu media kami harus berhadapan dengan ratusan media lain, hanya untuk menyeimbangkan pemberitaan yang bertujuan buruk dan menjelekkan nama baik Ibu Bupati.
Itu adalah perjalanan konspirasi politik yang kami anggap paling mengerikan,” tambahnya.
Di sisi lain, sosok yang akrab disapa Ibu Ani itu tetap tampil tenang dan berdiri kokoh mendampingi Husniah, tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun meski tekanan datang dari segala arah.
Momen yang juga tak terlupakan terjadi saat kegiatan zikir dan doa bersama keluarga besar Media Bomwaktu demi keselamatan Bupati Gowa, yang berlangsung khidmat di Jalan Poros Tacciri, Selasa (25/3/2026) malam.
Saat suasana sedang hening dan penuh haru, tiba-tiba listrik padam sekejap, lalu menyala kembali bersamaan dengan petir dan guntur yang terdengar sangat dahsyat.
Kegiatan zikir dan doa yang dilakukan Asriani saat itu berlangsung secara spontan, tanpa rencana sebelumnya. Kabar mengenai acara tersebut kemudian menyebar dan akhirnya diundang oleh Bupati Gowa, Husniah untuk mengadakan zikir rutin setiap malam Jumat, guna memohon keselamatan dari berbagai ujian yang terus menghampiri dirinya.
“Meski kami sekeluarga sadar langkah ini berisiko dan menghadapi gempuran yang amat dahsyat, kami tidak pernah gentar sedikit pun,” tegasnya.
Seiring berjalannya waktu, menjelang bulan Mei 2026, suasana perseteruan dan isu yang sempat memanas mulai mereda.
Namun, hal baru justru muncul. Asriani menyoroti adanya sejumlah penggiat media yang tiba-tiba tampil seolah ikut serta membela, padahal baru muncul saat situasi sudah aman dan kondusif.
Bahkan, ia menyebut ada oknum pejabat di lingkungan Pemkab Gowa yang justru berusaha menyingkirkan dirinya dan suami.
Asriani kembali menegaskan sikapnya. “Pergerakan dan bantuan yang kami berikan kepada Ibu Bupati Gowa murni atas petunjuk Allah.
Berbeda dengan pihak lain yang baru mau membantu namun sudah ada harapan atau meminta imbalan tertentu.
Termasuk dugaan keinginan menyingkirkan kami yang juga berprofesi sebagai penggiat media, saya melihat hal ini muncul karena adanya kecemburuan sosial,” ujarnya menepis segala tuduhan negatif.
Sebagai informasi, isu yang menyasar Bupati Gowa, Husniah Talenrang, pertama kali muncul dan mulai ramai dibahas di berbagai media serta media sosial pada rentang pertengahan Maret hingga April 2026.
Pemberitaan tersebut semakin meluas dan menjadi sorotan publik luas, bahkan memicu gelombang demonstrasi pada awal April 2026, sebelum akhirnya mereda memasuki bulan Mei.



