Soroti Isu Sensitif RDPU & Hak Angket, Warga Gowa Minta Gaji Anggota DPRD Dialihkan Ke Program Miskin Ekstrem

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Dprd Gowa Sibuk Urusi Konspirasi Politik Hak Angket tentang isu sensitiv. Sebaliknya, Bupati Gowa Pilih Tenang dan Fokus Jalankan Program Terbukti 450 warga Miskin Ekstrem (MKE) berhasil Di wujudkannya.

Akibatnya, rakyat cinta sama Bupati Gowa, ketimbang Anggota Dewan terlihat sudah tidak urus lagi rakyat.

Salah seorang warga desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, kepada media ini, mengatakan, bisakah tidak bayar pajak ? dari pada menggaji Anggota DPRD Gowa, yang tidak bekerja lagi sama rakyatnya.

Foto : Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam (kiri) dan Wakil Ketua Dprd, Taufik Surullah, menyetor berkas Hak Angket untuk mengadili Bupati Gowa, menuai sorotan tak urusi lagi rakyat 

Lebih baik rakyat Stop saja setor pajak buat gaji DPRD Gowa, apakah bisa ?

Tolong ibu Bupati Gowa, bagimana kalau di Stop saja gajinya DPRD Gowa ? Apakah bisa ? Setoran pajak itu lebih baik kembali di sumbangkan untuk bantu warga miskin bedah rumah saja.

Ini usulan Aspirsi rakyat agar di terima juga usulnya untuk tidak lagi di bebankan rakyat kasihan.

Kami mohon supaya Bupati Gowa perintahkan dinas DIPENDA Gowa, untuk pungutan pajaknya tidak di gunakan lagi menggaji DPRD Gowa, “tanya warga saat memberikan keterangan persnya di ruangan redaksi ini.

Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa periode 2025–2030, dikenal sebagai sosok politikus dari Partai Amanat Nasional yang resmi menjabat setelah memenangkan Pilkada Gowa 2024 yang digelar pada 27 November 2024.

Perempuan kelahiran 20 Maret 1977 yang berasal dari Bontonompo, Kabupaten Gowa ini dilantik bersama Wakil Bupati Darmawangsyah Muin. Sejak awal masa kepemimpinannya, Husniah Talenrang mulai menjalankan berbagai program pembangunan daerah.

Memasuki tahun 2026, perjalanan kepemimpinannya diwarnai dengan munculnya sejumlah isu di ruang publik, termasuk pemberitaan di media daring yang belum terverifikasi kebenarannya. Situasi ini menjadi perhatian masyarakat, sekaligus ujian bagi stabilitas kepemimpinan di daerah tersebut.

Sejumlah warga menilai, sikap tenang yang ditunjukkan Bupati Gowa mencerminkan keteguhan dalam menghadapi tekanan.

Salah satu warga Barombong Gowa, bernisial (AS) yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa respons yang tidak reaktif justru menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika politik.

“Beliau terlihat tetap tenang dan tidak terpancing.

Fokusnya masih pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar warga tersebut.

Dalam konteks ini, pepatah “air tenang menghanyutkan” kerap disematkan oleh masyarakat untuk menggambarkan gaya kepemimpinan yang tidak banyak bereaksi di permukaan, namun tetap bekerja secara strategis.

Pengamat komunikasi publik menilai, dalam menghadapi isu yang belum terverifikasi, sikap tenang dapat menjadi bagian dari strategi kepemimpinan.Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Gowa tetap menjalankan program-program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, di tengah berbagai dinamika yang berkembang.

Ketua Komisi I DPRD Gowa, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Makkaraus, mengatakan, menanggapi aspirasi warga, judul berita : Soroti Isu Hak Angket, Warga Gowa Minta Gaji Anggota DPRD Dihapus dan Dialihkan Ke Program Miskin Ekstrem, terbit di media sosial Tiktok, penulis Naja.

Menurut, mantan Legislator DPR Sulsel, ini perlu kami luruskan, bahwa Gaji anggota dewan itu dari jaman doeloe sudah di anggarkan kenapa baru sekarang di persoalkan ? lalu bagimana dengan gaji executive ?.

Untuk kita ketahui, semua anggaran yang menyentuh ke masyarakat itu atas persetujuan anggota dewan, coba tanya bupati berani nggak dia belanjakan uang daerah kalao dprd tidak setuju ?

Hak angket itu memakai anggaran pagu dprd tidak ada uang tambahan hanya untuk hak angket maaf saya tanggapi sedikit, supaya informasi tidak simpan siur, “papar, Asrul. Kamis (27/5/26) 

(Tim)

Share the Post:
Scroll to Top