Bomwaktu.com Gowa Sulsel — 30 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Gowa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Komitmen dan kerja keras pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem serta percepatan penurunan stunting mendapatkan apresiasi tinggi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting diserahkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Claro Hotel, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, didampingi Sekretaris Daerah Andy Azis, menerima penghargaan bergengsi ini yang menempatkan Gowa meraih Juara III tingkat Regional Sulawesi.
Bersama penghargaan tersebut, Pemkab Gowa juga memperoleh dana insentif sebesar Rp1 miliar.
Bupati Sitti Husniah Talenrang menyampaikan, capaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari jajaran perangkat daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga peran aktif Tim Penggerak PKK dan pemangku kepentingan lainnya yang terus bergerak melakukan intervensi langsung ke tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Gowa berhasil meraih penghargaan di bidang penurunan kemiskinan dan stunting. Ini bukti bahwa sinergi yang kita bangun memberikan hasil nyata.
Penghargaan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berbuat lebih baik,” ujar Bupati Husniah usai acara.
Berbagai langkah strategis telah digulirkan pemerintah daerah, salah satunya melalui pembagian paket sembako dan pemberian telur bagi keluarga penerima manfaat.
Program ini ditujukan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi anak dan keluarga, yang menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. Hasilnya, angka stunting di Gowa berhasil ditekan secara signifikan dari 21 persen menjadi 17 persen.
Dalam pandangan Bupati, penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri tanpa menyentuh akar masalah kemiskinan.
Ia menegaskan kedua persoalan tersebut memiliki keterkaitan erat sehingga penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi dan sinkron.
“Banyak keluarga belum mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara maksimal karena keterbatasan ekonomi.
Oleh karena itu, program penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan harus berjalan beriringan. Kita tidak bisa menyelesaikan satu masalah without menyelesaikan masalah lainnya,” tegasnya.
Salah satu program unggulan yang dinilai sangat efektif dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan adalah Program Orang Tua Asuh.
Program ini dijalankan pada 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin. Melalui program ini, para pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Gowa, khususnya eselon II dan III, berperan mendampingi keluarga miskin ekstrem maupun keluarga berisiko stunting.
Pendampingan ini mencakup peningkatan kesejahteraan, penciptaan sumber pendapatan, hingga dukungan pendidikan bagi anak-anak.
Hasilnya pun tercatat menggembirakan, di mana angka kemiskinan di Kabupaten Gowa berhasil turun dari 6,85 persen menjadi 6,64 persen.
“Melalui Program Orang Tua Asuh, kita bantu warga agar mampu keluar dari jerat kemiskinan, memiliki kemandirian ekonomi, dan masa depan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Gowa berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat agar kinerja pemerintah daerah semakin optimal dalam menghadirkan pelayanan dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi ini diberikan kepada pemerintah daerah yang terbukti memiliki kinerja unggul dalam empat bidang strategis, yaitu penanganan pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta pembiayaan kreatif (creative financing).
Penghargaan dan insentif ini, kata Tito, merupakan bentuk pengakuan sekaligus dorongan bagi para kepala daerah yang mampu menghadirkan inovasi dan kinerja nyata demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan menghadirkan program yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas,” pungkas Mendagri Tito Karnavian.




