Ayo Telusuri Penggunaan Dana Desa Program Siswa Miskin Tapi Berprestasi Ke – 167 Desa dan Kelurahan di Gowa

Gambar Ilustrasi

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Kondisi saat ini, Alokasi Anggaran dana desa (DD) dan Kelurahan difokuskan untuk membangun infrastruktur pendidikan, bagi siswa yang berprestasi menuju jenjang universitas melalui program “Satu Sarjana”, untuk Satu Desa dan Kelurhan, perlu di telusuri dan patut di pertanyakan penggunaannya.

Dimana pemberian beasiswa senilai kurang lebih Rp 20 juta, per tahun merupakan program kolaborasi dengan 167 desa dan Kelurahan, di Kabupaten Gowa.

Yang menuai banyak pertanyaan, oleh sejumlah kalangan masyarakat, apakah Alokasi Anggaran dana desa (DD) dan Kelurahan, untuk membiayai pendidikan berprestasi tapi miskin atau siswa hanya lulus biasa masuk di Universitas.

Artinya, program ini membingunkan, kepada sejumlah kalangan masyarakat.

Apalagi program ini terkesan masih tertutup, alias tidak tidak transparansi di ketahui juknis penggunaannya.

Untuk di ketahui, bicara soal siswa berprestasi adalah siswa yang mendapatkan perdikat lulus masuk di perguruan tinggi lewat jalur undangan.

Dan bila hanya siswa masuk di unversitas lewat ujian tes baru lolos, itu banyak tersebar di desa dan Kelurahan se Kabupaten Gowa.

Nah ! apakah bisa dijamin mahasiswa mendapatkan biaya anggaran dana desa (DD) begitu tammat kuliah dan sudah jadi Sarjana, langsung bekerja alias tidak nganggur ? .

“Beda dengan siswa betul betul memiliki prestasi begitu tammat kuliah di sebuah Universitas, seperti biasanya, langsung di butuhkan hingga di tawarkan sebuah pekerjaan.

Sehingga program ini perlu di “kaji ulang dan transparansi di setiap desa/Kelurahan di tengah masyarakat Gowa.

Karena setahunya warga, yang dimaksud siswa berprestasi itu tidak banyak hanya di hitung jari setiap penammatan di SMA.

Apalagi ini program Bupati Gowa, Adnan – Kio menjadikannya sebagai salah satu program prioritas pertama di Kabupaten Gowa.

Dengan tujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai kekuatan untuk memajukan daerah Gowa, dan meningkatkan pertumbuhan Ekonomi.

Kepala desa Bontolangkasa Kecamatan Bontonompo Gowa, mengatakan, program beasiswa pendidikan kepada mahasiswa di anggarkan melalui dana desa (DD) senilai RP. 9 (Sembilang Juta Rupiah) pertahun.

Penyalurannya sebanyak  2 semster, dan biaya Persemester itu Rp, 4.500.000, (Empat juta lima ratus ribu rupiah), “papar, Kepala desa saat di hubungi via Hanphone pribadinya, Kamis (16/5/24).

Sementara, Kepala desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Gowa, Idrus, di hubungi via handphone “Wa” pribadinya, terkait mahasiswa berprestasi menggunakan dana desa (DD) namun sayang menghindari jawaban pewarta media ini. Kamis (16/5/24).

Di kutip dari laman media oline Kompas.com, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ikhsan Yasin Limpo  mengungkapkan bahwa beasiswa kuliah dari dana desa itu diberikan bagi anak-anak berprestasi bagi kurang mampu yang ingin berkuliah di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). (Nj/bw) tunggu edisi selanjutnya ….!

Share the Post:
Scroll to Top