Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Masa tahapan Kampanye pilkada Gowa, tahun 2024, temparatur suhu politik semakin tambah kian memanas.
Bukti Vidio : Kuat dugaan Kampanye Hitam Pilkada Gowa, 2024 Aurama, oleh Mantan Kades Jenetallasa, H.M. Faizal
Namun Kampanye Hitam atau Black Campaign, di panggung Orasi Kampanye pilkada Gowa, juga berpotensi menimbulkan berbagai konflik sosial di masyarakat.
Modus perlakuan Mantan Kepala desa (Mandes) Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, erah tahun 2029 – 2015,H.M. Faizal Dg Bali, misalnya.

Mereka naik di panggung Kampanye terbuka paslon pilcabup Gowa, Amir Uskara – Irmawati (AURA) berlangsung di desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Senin(14/10/24)
Faizal Dg Bali, di duga melakukan Kampanye Hitam atau “Black campaign”, melontarkan kata kata kurang menyenangkan dengan cara ngarang, cerita dan menyebut nyebut dari tim sukses pilkada Gowa, Hati Damai.
Dan pernyataannya tersebut, membuat perasaan tidak menyenangkan terhadap korbannya, Asriani Siang warga Asli Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, dan Mantan Sekda dan Camat Pallangga Gowa, Kamsina.

Bahkan pernyataannya kurang menyenangkan sudah mengarah pada tingkat pidana dugaan pencemaran nama baik di muka umum, di atas panggung orasi politik kampanye Pilkada Gowa 2024, AURAMA.
Alat bukti hasil durasi Vidionya ter unggah melalui saluran alat komunikasi Hanphone terbeber masuk di beberapa Cahannel warga Net, hingga ke ruangan redaksi portal media online dan TV Channel Bomwaktu.com.
Selanjutnya, muncul pertanyaan masyarakat, mengatakan, bahwa orasi politik H.M. Faizal, melalui ucapan kurang menyenangkan pasalnya, sudah mengarah pada Kampanye Hitam, karena menyerang warga Asriani Siang dan Mantan Sekda Gowa, sekaligus tim sukses pilkada Gowa, Hati Damai.
Nah ! Ada apa Panwaslu dan Bawaslu Gowa dan Konsultan Hukum paslon pilkada Gowa, lainnya, terkesan adem adem ayem alias tutup mata ?, “kesalnya sejumlah elemen masyarakat ke redaksi media ini.
Akibatnya, keluarga besar tersebar di Kecamatan Pallangga – barombong Gowa, Asriani Siang, dan keluarga mantan pejabat Camat Pallangga Gowa, beserta tim tim lainnya, merasa kurang menyenangkan mendengar cerita yang di lontarkan H.M. Faizal, Mantan Kepala desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, itu, di areal ruangan publik terbuka di Kampanye pilcabup Gowa, AURAMA.
Terpisah, Korban dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di muka umum Asriani siang, mengatakan, H,M. Faizal, membuat perasaan saya bersama Mantan Camata Pallangga Gowa, Kamsina, MM.
Dimana Faizal, menyampaikan kata kata yang tidak menyenangkan di arena panggung orasi kampanye Pilkada Gowa, AURAMA.
Selain itu, penyampaian kata terlontar keluar mulut H.M. Faizal, tidak sesuai fakta sebenarnya, di areal Kampanye pilkada Gowa, Aurama, berlangsung di kampung kelahiran saya di desa Jenetallasa, pada (Senin (14/10/24). “kesalnya, dia.
Seraya Asriani kembali tambahkan, seharusnya muatan kampanye di sampaikan oleh , H. Faizal, Dg Bali, di atas panggung resmi Aurama, yang banyak di dengar oleh keluarga saya, tidak seharusnya Faizal lakukan, menyerang Asriani Siang atau tim sukses (timses) dari pilcabup Gowa, Hati Damai.
Saatnya Faizal wajar di pertanyakan, apakah Faizal resmi terdafar sebagai juru bicara Kampanye pilkada Gowa, “AURAMA” di KPU dan Bawaslu Gowa, ? .
Karena mereka bukan juru Kampanye, AURAMA, sehingga tidak menyampaikan visi misi program kerja di depan orang banyak, melainkan hanya menyerang tim tim lain di Kampanye pilkada Gowa, 2024, “kesalnya.
Bukan dengan serta merta mengarang cerita tidak bagus dan menyebut bahwa itu orang dari Tim Hati Damai di Kampanye pilkada Gowa, Aurama.
Lanjut, Asriani, saya memang datang bersama mantan Camat pallangga Gowa, di rumahnya HM. Faizal Dg Bali, Sabtu (12/10/) kemarin, sama sekali tidak memaksa untuk mengalihkan dukungannya ke paslon Cabup Gowa, Hj. Husniah Talendran atau Hati damai. dan apalagi mengeluarkan kata kata ada perintah dari atas.
Faizal sendiri, meminta baju, dia sendiri kasih naik tangannya angka dua, dan tidak cuci mobil, juga tidak ada oli di bagian tubuhnya apalagi berkeringat.
Untuk di ketahui, lihatmaki itu fotonya, mulai seyumnya tangannya angkat nomor 2, sama sekali tudak ada unsur paksaan,
Karena, sejumlah kata kata yang tengah di lontarkan oleh H.M. Faizal, Dg Bali, tidak benar, dan itu sudah masuk tindak pidana dugaan pencemaran nama baik saya, dan itu juga pelanggaran pemilu sebab melakukan kampanye Hitam di panggung Kampanye Pilkada Gowa 2024, Aurama.
Apalagi Faizal mantan Kades Jenetallasa, kuat indikasi mereka bukan Juru bicara orasi Kampanye Pilkada Gowa, Aurama, sehingga perlu di laporkan juga di Bawaslu Gowa.
Sebagai korban tindak pidana dugaan pencemaran nama baik di muka umum, saya akan melaporkannya di Polres Gowa. Sebagai korban, tentu tidak terima nanti kita ketemu di kantor Polisi Polres Gowa, siapa yang benar dan salah, ” tegasnya, istri aktifis penggiat media dan LSM ini Selasa (15/10/4)
Terpisah berdasarkan tanggapan terkait berita dimuat Media Portal Online Bomwaktu.com judul, berita : ( (FZ) Mandes Jene’tallasa di Duga Cemarkan Nama (AS) dan (KM) di Kampanye Pilkada 2024 (AURAMA).
Tanggapan sejumlah kalangan masyarakat, termasuk di desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, menyebutkan, sangat menyayangkan kejadian dugaan pencemaran nama baiknya sesorang di atas panggung Kampanye Pilkada Gowa, AURAMA.
Mirisnya ada apa Pengawas Pemilu (Panwas) dan Kuasa Hukum paslon pilkada 2024, Lain yang kena getahnya, terkesan Adem Adem Ayem saja ?
Untuk menyelematkan pesta demokrasi pilkada Gowa, 2024, agar berjalan kondussif, seharusnya ada pencegahan dini.
Hal ini, agar sejumlah oknum oknum yang tidak mematuhi aturan Kampanye pilkada Gowa, 2024, tidak begitu meraja lelah membuat “Black campaign”, alias menyerang warga dan tim sukses (timses) pilkada Gowa, lain, di atas panggung ruangan publik pesta demokrasi kampanye pilkada Gowa tahun ini.
Demikian pula khusus yang bukan juru Kampanye pilkada Gowa, terdaftar di Bawaslu Kabupaten Gowa, harus melarang keras menggunakan mulutnya berkoar koar ber orasi atas di panggung demokrasi politik pilkada Gowa, 2024, “mirisnya kok malah di biarkan ? .
Seharusnya Panwaslu Kecamatan yang hadir mengawasi berjalannya tahapan penyelenggaraan Kampanye tugasnya melakukan pengawasan, “tutupnya, dia.
Sementara sejumlah keluarga Asriani Siang tersebar Kecamatan Pallangga – Barombong Gowa, khususnya di desa Jenetallasa, mengatakan, sangat menyayangkan Mantan Kepala desa (Mandes) Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, melakukan dugaan pencemaran nama baik warga juga tim sukses (timses) pilkada Gowa, Hj. Husniah Talendrang atau Hati Damai.
Apalagi melakukan dugaan pencemaran nama baiknya Asriani Siang dan Mantan Pejabat pemda Gowa, berada di panggung Kampanye pilkada Gowa, 2024, AURAMA, di desa Jenetallasa, Senin (14/10/24).
Orasi Kampanye Hitam, di lontarkan Mantan Kades H.M. Faizal, justru menciptakan suasana kurang sedap kepada korbannya Asriani Siang dan mantan Camat Pallangga Gowa.
Demikian pula, keluarga besar Asriani Siang tersebar di wilayah Kecamatan Pallangga Gowa, khususnya sejumlah elemen masyarakat dan keluarganya Asrani Siang, di desa Jenetallasa.
Untuk di ketahui, Asriani Siang warga asli kelahiran desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, santer di sebut perempuan tangguh, yang sudah punya banyak pengalaman baik di bidang politik tim sukses pilkada, maupun di jaringan sosial lainnya.
Selain itu, Asriani adalah merupakan tim relawan calon Bupati (cabup) Gowa, Hj. Sitti Husniah Talendrang, SE, MM atau (Hati Damai).
Apalagi Asriani Siang santer di sebut perempuan tangguh, juga merupakan istri dari seorang aktivis Jurnalis dan penggiat LSM beserta Ormas.
Karena itu, sejumlah kalangan keluarga Asriani Siang di desa Jenetallasa, dan suaminya Najamuddin Dg Serang berdarah asli Bontonompo Gowa, merasa prihatin.
Karena ini sudah mengarah pada tindak pidana dugaan pencemaran nama baik di muka orang banyak, dengan tegas mendesak korban Asriani Siang dan mantan Camat Pallangga Gowa, segerah laporkan ke pihak kepolisian Polres Gowa, “tegasnya, dia, Selasa (15/10/24).
Hingga berita ke 2 kembali di tayangkan, H.M. Faizal, berusaha di hubungi lewat panggilan Hanphone pribadinya, namun tidak di angkat. Selanjutnya, di konfirmasi wancara lewat “WhtsApp” pribadinya, juga tak di balas balas. (Naja) bersambung




