Bomwaktu.com Gowa Sulsel –– Salah seorang ASN (Aparat Negeri Sipil (ASN) pekerjaan jabatan Seksi pembinaan desa/kelurahan, Kecamatan Pallangga Gowa, H. Mansyur, lingkup Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) berKantor Camat Pallangga Gowa
Sejak pagi mereka meninggalkan ruangan kerjanya dari Kantor Camat Pallangga Gowa, berpakaian baju kostum warnah hitam menuju Kantor desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, tanpa ada tugas perintah dari atasannya.
Vidio salah seorang ASN ( Aparat Negeri Sipil) ikut gabung bersama preman untuk menghalangi aksi demo
Berdasarkan keterangan warga di himpun oleh pewarta media ini, mengatakan, ASN (Aparat Negeri Sipil) jabatan Seksi pembinaan desa/kelurahan, Kecamatan Pallangga Gowa, H. Mansyur, berpakaian biasa sejak pagi ada di Kantor desa bersama oknum Preman, untuk berjaga jaga Aksi unjuk rasa demo yang akan melakukan orasi di Kantor desa, “urai dia.

PLT Kades Jenetallasa rangkap Camat Pallangga Gowa, di demo masyarakat
Sekitar pukul : 14.30 WITA, aksi demo bersama masyarakat bergerak menuju Kantor desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, tiba tiba di halangi kendaraan aksi demonstran oleh oknum preman bersama H. Mansyur ASN (Aparat Negeri Sipil) jabatan Kasi Pembinaan Desa dan Kelurahan berpakaian baju kostum warnah hitam.
Tak lama kemudian saat preman halangi aksi demo, maka oknum preman langsung di lawan oleh masyarakat sehingga jatuh di Got saluran di depan Kantor desa Jenetallasa.
Diselah selah terjadi keributan, muncul seorang Aparat Sipil Negara (ASN) kasi pembinaan desa dan Kelurahan lingkup DPMD Gowa, nampak terlihat berseteruh dengan masyarakat dan Mahasiswa.
Masyarakat desa Jenetallasa sangat menyayangkan seorang Aparat Sipil Negara (ASN) H. Mansyur, pejabat seksi pembinaan desa dan Kelurahan dinas PMD Gowa, berkantor Camat Pallangga Gowa. Jum’at (3/4/24) sekira pukul 15.00, WITA.
Sementara, jenderal lapangan aksi demo, saat di temui usai demo dalam jumpa persnya mengatakan, ini juga salah satu agenda melanggar Kemendagri, tentu ada sanksi Bagi ASN (Aparat Negeri Sipil).
Seperti Kasi Pembinaan desa dan Kelurahan PMD Gowa berkantor Camat Pallangga Gowa, H. Mansyur. Mereka ini sudah jelas melanggar aturan, dimana salah seorang ASN ini, meninggalkan ruangan kantornya dan mengganti pakaian dinasnya lalu mengenakan pakaian Baju Kos hitam.
Kesalahan ke 2 ikut menghalangi aksi demontrasi bersama oknum preman sewaan yang di panggil oleh PLT Kepala desa Jenetallasa rangkap jabatan Camat Pallangga Gowa, yang gelar oleh masyarakat didampingi Himpunan Mahasiswa Pemuda Makassar (HMPM)
Untuk itu, diharapkan Pejabat Pembina Kepegawaian, dan Kepala Dinas PMD Gowa, Muhammad beserta Inspektorat Gowa, memberi sanksi berat khusus yakni, Kasi Pembinaan desa dan Kelurahan PMD Gowa, H. Mansyur.
Dan aksi demo selanjutnya, akan kami bersama forum masyarakat desa Jenetallasa, memasukkan agenda terkait adanya ASN (Aparat Negeri Sipil) berprilaku Preman.
Apalagi sudah bukan lagi bulan puasa Ramadhan, sehingga dalam aksi susulan, Forum masyarakat desa Jenetallasa akan turun dengan jumlah ribuan untuk mendatangi Kantor desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, “tegasnya dia.
Berdasarkan informasi tokoh masyarakat dan pemuda saat di temui oleh media ini, mengatakan, kami sungguh menyayangkan atas keberadaan banyaknya oknum preman ada yang berpakaian baju hitam bernama Labolong, ada juga pakaian bisa menggunakan lambang lembaga, gabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Olehnya itu forum masyarakat desa Jenetallasa mempertanyakan keberadaan kelompok Labolong yang ikut bergabung dengan ASN dan perangkat desa Jenetallasa, ikut menghalangi halangi aksi demo bersama anggota LSM lainnya, “tegasnya.
Oknum preman tersebut, kumpul di Kantor desa Jenetallasa, kuat indikasi di panggil oleh PLT Kepala desa Jenetallasa, rangkap Camat Pallangga Gowa, Sachrial.
Bahkan Oknum preman tersebut, melakukan tindakan anarkis di saksikan langsung oleh petugas pengamanan dari TNI dan Polisi Polsek Pallangga Gowa.
Dalam.aksinya tersebut, oknum preman telah membabi buta menyerang aksi unjuk rasa, dan masyarakat serta merusak alat aksi demo, hingga menyebabkan kendaraan mobil roda 4 open Cup, dan alat elektronik berupa 2 Salon dan 1 buah Ampli hingga Kabel rusak berat.Dalam aksi unjuk rasa, tuntutan Forum Masyarakat, di dampingi Himpunan Mahasiswa Pemuda Makassar (Hipma) Makassar, beserta ormas pemuda, tokoh masyarakat, copot PLT Kades Jenetallasa, copot Sekdes Jenetallasa, copot dan beri sangsi H. Mansyur, Copot Kepala dusun Tombolo Copot Kasi Umum desa Jenetallasa, hilangkan Dinasti di Kantor desa Jenetallasa.
Dan bila tuntutan ini tetap tidak si indahkan oleh pihak yang terkait di Pemda Gowa, maka masyarakat desa Jenetallasa ikut bergabung dalam forum kemitraan, tetap melakukan aksi demo susulan lagi, “tegasnya dia. Sabtu (5/4/24) bersambung




