Minta Polres Gowa, Proses Otak Pemicu Utama Oknum Pejabat Bawah Preman Bayaran Bikin Bentrok Dengan Masyarakat, Desa Jenetallasa di Aksi Unjuk Rasa

Foto : situasi nampak terlihat oknum preman, bersama pejabat seksi pembinaan desa lingkup Kantor Camat Pallangga Gowa, melarang aksi berdemo hingga terjadi kerusuhan. Jum’at (3/4/24)

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Usai lebaran Seluruh elemen keluarga besar di desa Jenetallasa akan ber unjuk rasa bersama Himpunan Mahasiswa Pemuda Makassar (HMPM) di Kantor Desa Jenetallasa, untuk menurunkan Sekretaris desa (Sekdes) Jenetallasa.

Dan copot PLT Kades Jenetallasa rangkap Camat Pallangga Gowa, Sachrial, dan copot Seksi pembinaan desa/kelurahan, Kecamatan Pallangga Gowa, H. Mansyur.

Ketiga oknum bawahan Bupati Gowa, 2 periode Adnan Kio, di indikasikan sebagai dalang utama yang di duga membawa preman bayaran.

Akibatnya, preman bayarannya tersebut, membuat Kekisruhan hingga bentrok dengan masyarakat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, nyaris terjadi pertumpahan darah, pada Jum’at (4/4/24).

Alat peraga orasi yakni, Salon dan Ampli Kabel dan Mobil open Cap tempat ber orasi di rusaki oleh oknum preman yang menyerang langsung star dalam Kantor desa Jenetallasa keluar melakukan penyerangan.

Saksi melihat kejadian itu, oknum preman dari dalam Kantor desa keluar spontan langsung naik, mencabut cabut kabel bersambung di ampli dan ke dua salon besar. Akibatnya mengalami kerusakan, alias berhenti berbunyi. Selain itu, oknum preman melakukan pemukulan body mobil open Cup, roda 4, hingga kacanya pecah.

Kami juga di ancam mobil kami untuk di bakar oleh oknum preman, kalau tidak meninggalkan tempat, “kesalnya, dia. Jum’at (4/4/24) sekira pukul 15.00, WIT.

Kembali Himpunan Mahasiswa Pemuda Makassar (HMPM) mengatakan, mohon Kapolres Gowa, proses sebagai dalang utama oknum pejabat lingkup Camat Pallangga Gowa dan Kantor desa Jenetallasa, yang membayar preman. Sehingga menimbulkan kegaduhan hingga bentrok dengan masyarakat dan mahasiswa si pembawa aspirasi demostran, “tegasnya, dia.

Terpisah, berdasarkan informasi warga desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, menyebutkan, Pemerintah desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, menorehkan kisah sedih amat paling dalam.  Dimana dengan adanya Demonstrasi tentu ini adalah sejarah baru pertama kalinya terjadi masyarakat Kantor desa Jenetallasa.

Sangat menyayangkan, peristiwa Kejadian bentrok masyarakat dengan preman, lantaran di picu ulah dari ketiga oknum PLT Kepala desa Jenetallasa, merangkap Camat Pallangga Gowa, (Sachrial, S.P) dan Seksi pembinaan desa/kelurahan, Kecamatan Pallangga Gowa, (H. Mansyur) beserta Sekretaris desa (Sekdes) Jenetallasa yang sudah pensiun, Nur Alam Sultan.

Ketiga oknum kroni Bupati Gowa, 2 periode Adnan Purichta Ikhsan, YL, di tuding bekerja sama untuk mengundang preman bayaran dengan tujuan menghadang demo dan membuat bentrok dengan masyarakat. Sehingga harus di proses oleh Kapolres Gowa, perbuatan contoh tidak baik yang seharusnya mereka di contoh malah membuat kegaduhan.

Dengan memanggil tiga oknum pejabat sebagai dalangnya, oleh kepolisian Polres Gowa. Apalagi ke tiga oknum ini, menyandang pangkat pemerintahan, yang seharusnya menjadi contoh tauladan baik di tengah masyarakat Kecamatan Pallangga Gowa.

Bukan membuat ke onaran panggil oknum preman bayaran masuk kumpul di Kantor desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga Gowa, lalu dengan sengaja bikin bentrok dengan masyarakat hingga nyaris terjadi pertumpahan darah. Jum’at (4/4/23) sekira pukul 13.30, WIT.

Pantauan media ini, Peristiwa kejadian anarkis di lakukan oknum preman bayaran tersebut, mulai menyerang saat Aksi Demonstrasi Masyarakat bersama  perwakilan Himpunan Mahasiswa Pemuda Makassar (HMPM) sedang ber unjuk rasa.

Di selah selah berlangsungnya, aksi unjuk rasa, sejumlah tokoh masyarakat, menyebutkan, Untuk di ketahui, mengawali pemerintahan sejak Kepala desa Jenetallasa, di jabat oleh, S. Dg Giri,  lalu Fasizal, hingga Kepala desa Jenetallasa, Asrul St, berakhir masa jabatan Januari 2023, tahun lalu, pemerintah ini aman dan kondusif.

Kembali masuk di jabat Camat Pallangga Gowa, Sachrial, S.P,  di tunjuk oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ikhsan YL, untuk jabatan sebagai Pelaksana Tugas harian (PLT) Kepala desa Jenetallasa rangkap Camat Pallangga Gowa, tahun 2023.

Pasalnya, terjadi peristiwa yang memberi kesan buruk yang sangat memalukan akibat terjadinya demo hingga insiden kejadian bentrok antara Preman dan masyarakat.

Nah ! apa yang salah, kalau ada orasi demo demi kebaikan pemerintahan desa Jenetallasa. Yang bersoal justru di picu yakni, PLT Kepala desa Jenetallasa membuat surat keputusan tentang mengangkat dan memberhentikan perangkat desa, yang tak sepantasnya dianlakukan.

Lalu Sekretaris desa (Sekdes) desa Jenetallasa, Nur Alam Sultan sudah pensiun November tahun 2023, tapi di aktifkan kembali oleh PLT Kepala desa Jenetallasa, Sachrial, yang juga adalah Camat Pallangga Gowa.

Meski  Camat Pallangga Gowa, rangkap PLT Kepala desa Jenetallasa, Sachrial, S.P, sudah nyata nayata  labrak aturan tentang perekrutan dan pengangkatan perangkat desa.

Mirisnya dirinya pun bertahan untuk mempertahankannya, dengan alasan sudah sesuai aturan yang berlaku tentang pengangkatan dan perekrutan yang dia lakukan, sebagai mana yang di sampaikan kepada awak media lain.

Padahal, Kadis PMD Gowa, Muhammad Basir sudah berkali kali menyampaikan jauh sebelum aksi demo. Bahwa PLT Kepala desa Jenetallasa, Sachrial, memgakt kembalikan Aparat Negeri Sipil (ASN) yakni Sekertaris desa (Sekdes) Jenetallasa, Nur Alam Sultan, yang sudah pensiun sudah jelas langgar aturan, pada bulan November 2023, tahun lalu, sudah tidak bisa lagi masuk berkantor. Selain itu, PLT Kades Jenetallasa, Sachrial S.P,  tidak punya wewenang mengeluarkan perangkat desa tanpa alasan jelas.

Lantaran PLT Kepala desa Jenetallasa, Sachrial,  S.P,  sama sekali tidak indahkan seruan atau petunjuk Kepala Dinas PMD Gowa, dan keinginan masyarakat,  maka muncullah aksi demonstrasi demo resmi di Kantor desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Jum’at (4/4/24).

Mirisnya lagi, dalam aksi demo, kuat dugaan PLT Kades Jenetallasa, Sachrial, S.P, bersama teman se Kantornya, panggil Preman bayaran, untuk membenturkan antara preman bayarannya dengan masyarakat, akibatnya terjadilah kekacauan di selah aksi demo, serta merusak alat aksi demo.

Preman bayaran yang di indikasikan di datangkan oleh oknum PLT  Kepala desa Jenetallasa, Sachrial, juga membabi buta keluar dari Kantor desa Jenetallasa, untuk merusak fasilitas aksi demo, seperti, ampli, kabel dan salon rusak, dan mobil open Cap,  pecah kacanya beserta bodinya penyet.

Seorang bawahan Bupati Gowa Adnan Purichta Ikhsan, ini seharusnya tidak pantas memanggil preman bayaran untuk membenturkan dengan masyarakat dan mahasiswa pendemo di depan Kantor desa.

Aksi demo di lakukan masyarakat hanya semata menuntut keadilan, bukan membuat masalah dengan oknum preman berbaju Labolong, dan juga di sebut ada oknum LSM ikut bersama Preman tersebut.

Masyarakat desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, tidak pernah gentar menghadapi meskipun PLT Kepala desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, Sachrial, SP membawa oknum preman, untuk membela dirinya.

Peristiwa kejadian pada hari Jum’at (4/4/24) sangat memalukan terhadap Pemerintahan Kabupaten Gowa, dan ini presedent buruk paling buruk terjadi selama pemerintahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ikhsan menjabat 2 periode.

Selanjutnya, masyarakat desa Jenetallasa di dampingi mahasiswa, akan kembali menggelar aksi demonstran untuk menutuk keadilan, dan masyarakat akan turun dengan massa ribuan.

Masyarakat tidak gentar menghadapi lawan tanding dari Preman bayaran PLT Kepala desa Jenetallasa, Sachrial, SP, demi memperjuangkan ke Adilan, agar Kantor desa tersebut kembali pelayanannya nyaman suasananya. Olehnya itu, Nepotisme harus di hilangkan, dan Sekdes Jenetallasa yang pensiun segerah tinggalkan Kantor, “tegas salah satu aksi demonstran. (Tim/Bmw) bersambung

Share the Post:
Scroll to Top