Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Siapa yang Bilang Perempuan tak Bisa jadi Bupati Gowa ? itu keliru.
Kesetaraan gender dalam konteks politik pemilihan Bupati, Gubernur, Presiden, Wali Kota, Menteri, Camat, Kepala desa, Perusahaan, yang memungkinkan perempuan untuk menjadi pemimpin dapat membawa banyak manfaat.


Berdasarkan informasi dari sejumlah tim sukses (timses) relawan perempuan tangguh,tersebar di Kecamatan, mengatakan, Terkait dengan munculnya Hj. Sitti Hunsniah Talenrang bertarung di konteks pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa, 2024 – 2029, tentu akan membawa perubahan menuju kesejahteraan masyarakat.

Disisi lain, muncul serangan “black Campaign” merupakan model kampanye membuat suatu isu tidak sedap.
Dimana isu tersebut, ditujukan kepada pihak lawan, tanpa didukung fakta atau bukti yang jelas (fitnah).
Buktinya, ibu Asriani Siang, bersama Mantan Sekda Gowa, di buatkan isu tidak sedap oleh Mantan Kepala desa (Mandes) Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, (Hm. FZ), saat paslon Cabup pilkada Gowa, Aurama menggelar kampanye tatap muka dengan warga di desa Jenetallasa, bulan kemarin.
Selanjutnya, kata, dia, Meski itu, masih ada segelintir orang tim dari paslon pilcabup lain, stereotip atau penilaian tidak se imbang, mengaitkan perempuan belum bisa masuk ke arena kepemimpinan.
Nah ! siapa bilang Hj, Sitti Husniah Talenrang, Lahir (20 Maret 1977), tidak boleh menjadi pemimpin, dan kalau itu tidak boleh maka KPUD Gowa, tentu membatalkannya.
Buktinya, soorang perempuan Indah Putri Indriani, S.I.P, M.Si, (lahir 7 Februari 1977) bisa terpilih menduduki jabatan Bupati Luwu Utara provinsi sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2016 – 2021.
Secara kebetulan jika di telisik secara dalam, antara kelahiran Hj. Sitti Husniah Talenrang, cabup pilkada Gowa 2024, hampir sama, dengan kelahiran Indah Putri Indriani, S.I.P, M.Si, dan itu pertanda baik.
Lanjut, dia, dalam pidato orasi politiknya, setiap kali Hj, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan, siapa bilang itu, perempuan tidak boleh jadi pemimpin ?
Kepemimpinan itu, dalam konteks politik pemilihan pilkada, merupakan kesepakatan bersama, nah ! buktinya, Bupati Luwu Utara provinsi sulawesi Selatan (Sulsel) Indah Putri Indriani, S.I.P, M.Si, periode 2016 – 2021, adalah sosok akamedemisi dan politisi dari perempuan.
Kesetaraan gender dalam politik berarti perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam mengakses, dirinya sebagai profil untuk maju bertarung dalam dunia politik.
Apalagi kesetaraan Gender juga memilik Hak untuk memilih dan dipilih, dalam menduduki posisi kepemimpinan di arena percaturan politik.
Hal itulah, kerab kali di sampaikan oleh “Hj. Sitti Husniah Talenrang calon Bupati (cabup) pilkada Gowa, 2024, “papar, sejumlah perempuan tangguh, yang tidak bisa di sebut namanya satu persatu, kepada media ini. (Tim/Bmw)




