Bomwaktu.com, Gowa, Sulawesi Selatan — Sepanjang Januari hingga September 2026, Bupati Gowa Husniah Talenrang tampil dengan kesabaran dan ketenangan yang luar biasa dalam menghadapi rentetan ujian yang terus menerpa kepemimpinannya.
Berbagai lapisan masyarakat — mulai dari pedagang nasi, bakso, warung campuran, hingga penjual gorengan — menyuarakan keprihatinan mereka kepada media ini.
Mereka melihat adanya upaya sistematis dari kelompok tertentu untuk melengserkan jabatan Bupati secara paksa, mulai dari isu-isu yang meresahkan, pembentukan Pansus, hingga penggunaan Hak Angket di DPRD Gowa.
Ketika langkah tersebut tampak mereda, muncul kembali isu manajemen sampah serta dugaan korupsi terkait PBG pada 26 September ini, seolah tak ada hentinya serangan yang ditujukan kepada pemimpin perempuan ini.
Ada pepatah yang berbunyi: “Air yang tenang jangan disangka tak berbuaya”.
Ketenangan Husniah bukan tanda lemah atau kosong, melainkan kedewasaan dan kekuatan jiwa pemimpin yang patut dihormati.
Sayangnya, sejumlah oknum justru menindasnya dengan cara yang hilang rasa kemanusiaan, seolah-olah kelembutan dan ketabahan seorang perempuan bisa dijadikan sasaran untuk diperlakukan semena-mena.
Husniah Talenrang — putri asli dari Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo — di mata rakyatnya bukan sekadar pejabat, melainkan sosok yang berjuang, peduli, dan hadir di tengah-tengah warga.
Ia dikenal suka membantu yang kesusahan, menyalurkan bantuan pangan, hingga membangunkan rumah bagi warga miskin ekstrem. Bagi rakyat, ia adalah pemimpin yang hebat dan layak dipercaya memegang kendali Gowa.
Ia dipilih langsung oleh rakyat, dengan amanat masa jabatan lima tahun — bukan dua atau tiga tahun.
Tak ada pihak, lembaga mana pun, yang berhak merebut paksa amanat itu hanya karena dugaan-dugaan yang belum tentu terbukti.
Perseteruan yang bertujuan merebut kekuasaan dengan cara-cara tidak terhormat harus dihentikan sekarang.
Janganlah meremehkan Husniah hanya karena ia seorang perempuan. Jangan terus-menerus menindasnya. Rakyat Gowa ingin ketenangan.
Rakyat Gowa ingin pembangunan terus berjalan. Hormati amanat yang telah diberikan rakyat.
Penulis: Najamuddin
Media: Bomwaktu







