Bomwkttu.com Gowa – Warga di Kecamatan Bontonompo dan Bontonompo Selatan mempertanyakan kejelasan penanganan kasus pengadaan perlengkapan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tahun 2018 yang hingga kini dinilai belum tuntas.
Pada periode kepemimpinan Bupati Adnan Purichta Ichsan, anggaran mencapai puluhan miliar rupiah digunakan untuk pengadaan berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari pakaian dokter kecil, tongkat pramuka, tenda, buku, hingga kotak obat.
Barang tersebut didistribusikan ke SD dan SMP di 18 kecamatan dan didanai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala sekolah saat itu mengeluhkan harga yang dinilai terlalu tinggi dan diduga melanggar petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana.
Namun, penanganan kasus ini disebut hanya berhenti pada tahap rapat dengar pendapat di DPRD dan penarikan barang, tanpa tindak lanjut hukum hingga ke ranah pidana. Warga juga meminta Dinas Pendidikan menelusuri transparansi pengadaan rapor dan kartu siswa yang terjadi pada masa yang sama.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik seiring dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Gowa terkait program pengadaan tahun 2025 yang dinilai berjalan baik. Warga mempertanyakan mengapa kasus lama yang bernilai besar tidak diselesaikan tuntas, sementara program pemerintahan saat ini di bawah Bupati Husniah justru mendapat sorotan tajam.
Masyarakat menilai adanya ketimpangan penanganan yang diduga bermuatan kepentingan politik.
Istilah “Mister X” bahkan mencuat, merujuk pada sosok tak dikenal yang diduga memiliki pengaruh dalam dinamika ini.
Hingga saat ini, warga masih menahan diri sambil menunggu perkembangan selajutnya. (Tim)




