Gerbong Mutasi Pemda Gowa Bocor, Disorot: Dua Istri Pejabat Ikut di Lantik Tempati Posisi Strategis

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Gelombang rotasi jabatan di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Gowa yang intensitasnya hampir terjadi setiap pekan kini memicu kontroversi.

Kebijakan ini menuai sorotan tajam lantaran diduga sarat dengan praktik nepotisme dan pengamanan kepentingan politik tertentu.

Foto : Inilah Wajah primadona baru 7 Camat, yang perlu rakyat tahu. 

​Dominasi “Orang Dekat” dan Istri Pejabat
​Berdasarkan data yang dihimpun, pelantikan terbaru didominasi oleh nama-nama yang memiliki kedekatan khusus dengan lingkaran kekuasaan lama sebelum Bupati Gowa, Husniah.

Foto :  Pelantikan,

Hal yang paling mencolok adalah penempatan tiga istri pejabat teras Gowa di posisi-posisi strategis secara bersamaan.
​Adapun jajaran yang mendapat sorotan antara lain: ​Istri Kepala Bappeda Gowa (Dimutasi ke Bapenda Gowa) bersama istri pejabat lainnya.

​Penempatan ini memicu spekulasi di kalangan ASN dan masyarakat mengenai objektivitas penilaian kompetensi atau meritokrasi dalam tubuh pemerintahan saat ini.

​Dinamika Politik dan Isu “Pembersihan”
​Di sisi lain, rotasi ini disebut-sebut sebagai strategi penguatan posisi penguasa di tengah memanasnya suhu politik daerah.

Muncul dugaan bahwa jabatan strategis sengaja diberikan kepada pihak tertentu, yang dianggap mampu “mengamankan” atas dugaan dalam Konspirasi Politik.

Hal itulah, para loyalis yang berjasa pada Pemilukada 2024 justru dikabarkan tergeser ke posisi non-strategis, bahkan banyak yang terlupakan.

Bocoran bocoran ini pasalnya, sudah terendus di lingkungan pemda Gowa, jika pelantikan pejabat, baik istri istrinya, kuat indikasi bukan Bupati Gowa, yang mengatur melainkan ada oknum oknum pejabat tertentu, seperti Kepala Bappeda Gowa, yang di duga ikut berpeluang besar dalam mengatur ngatur jabatan di lingkup pemda Gowa.

Namun di indikasikan masih memiliki hubungan emosional dengan mantan pejabat lama.

​”Rotasi ini terkesan dipaksakan dan cenderung sebagai langkah defensif di tengah isu konspirasi politik yang ingin menggoyang kepemimpinan yang sah,” ujar salah satu sumber yang mengetahui dinamika internal Pemda Gowa.

​Indikasi Permainan Oknum ​Kuat dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang mengatur skenario mutasi ini guna memastikan kendali pemerintahan tetap berada di bawah pengaruh kelompok lama.

Hal ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Bupati Gowa dalam menjaga stabilitas birokrasi dari tarikan kepentingan luar.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di Badan Kepegawaian belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan teknis di balik penempatan para istri pejabat tersebut dalam satu gelombang pelantikan yang sama.

Kepala Bappeda Gowa, Sujjada, ini berkali kali di hubungi untuk di minta tanggapannya, namun sayang mereka memilih bungkam. (naja) berrsambung 

Share the Post:
Scroll to Top