Rakyat Mulai Bersuara : Soal RDP DPRD Gowa Isu Sensitif Jangan di Paksakan, dan Rakyat Gowa “Jangan Jadi Korban Aspirasi Politik” Demi Kepentingan Oknum Tertentu

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Rakyat Mulai Bersuara : Soal RDP DPRD Gowa Isu Sensitif Jangan di Paksakan, dan Rakyat Gowa “Jangan Jadi Korban Aspirasi Politik” Demi Kepentingan Oknum Tertentu.

Husniah Bupati Gowa, Terpa Panggilan di DPRD Gowa, terkait Isu yang di duga di rekayasa atau Kospirasi Politik.

Meskipun ada aturan mengikat yang sudah di viralkan di media bahwa masalah isu pribadi ranahnya bukan di Kantor Gedung Rakyat.

Alih alih sebaliknya, terkesan Oknum oknum yang duduk di Gedung DPRD Gowa, Terkesan tidak mengindahkannya.

Padahal lembaga DPRD Gowa bukan bag Kantor Polisi, yang tidak sepantasnya melakukan Klarifikasi terkait kasus isu pribadi. Berikan haknya kepada Lembaga Aparat Penegak Hukum (Aph)

Selain itu, Anggota Dewan yang melakukan proses soal isu pribadi yang di tuduhkan kepada pemimpin Gowa, Ingatkan jangan selalu mengatasnamakan rakyat, nanti rakyat komplaeng kepada Anggota DPRD Gowa, dengan massa yang lebih banyak, “tegas salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, yang tak ingn Namanya di publis saat dimintai tanggapannya oleh pewarta media ini. Jum’at (22 Mei)

Buktikan yang mana daftar nama yang memasukkan aspirasi untuk melakukan komplaeng terhadap isu sensitif yang belum sepenuhnya tetvetifikasi secara sahih.

Seharusnya Dprd Gowa yang dipilih rakyat, harus bertindak dan Wujudkan janji janji politikmu saat kamu sebelum duduk memegang sabet lambang emas di pundakmu.

Karena kamu semua di gaji oleh rakyat, mulai gaji, tiket pesawat, sewa Hotel.

“Jangan terlalu mengurusi yang tidak sepantasnya sebab hanya memperkeruh masalah di tengah rakyat, “kesalnya.

Terpisah, salah seorang inisial Perempuan, warga di Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong Gowa, mengatakan, Saat ini Bupati Gowa, Dokttor haja Husniah Talenrang, Fokus Program Bantu Rakyat, lakukan cek harga di pasar pasar.

Selain itu gencar lakukan kegiatan bantu warga miskin buatkan rumah layak huni dan bantu modal usaha, ujar, salah seorang warga yang banyak merasakan bantuan bantuan dari Bupati Gowa.

kami juga merasa kecewa jangan selalu di jual namanya rakyat, dengan dalih alasan mendukung di lakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Gowa, untuk mengganjal Bupati atas isu tak bagus.

Mana buktimu jangan asal ngomong, Aparat Penegak Hukum (APH) yang tangani kalau ada ditemukan bukti. Polisi juga tak bisa tangani, kalau suaminya tidak melapor.

Duh masa di besar besarkan kasus yang tidak pantas di tangani ?. Ingatkan, kami warga Barombong Gowa, tidak pernah tahu soal itu, yang kami tahu Bupati Gowa sibuk urusi warga miskin membantu buatkan rumah layak huni.

Karena itu sebagai warga di Barombong Gowa, kami jangan di korbankan nama kami atau jual rakyat hanya karena kamu tidak suka Bupati Gowa, “teganya.

Warga tidak pernah punya niat jahat untuk ingin melengserkan ibu Bupati Gowa, yang fokus bantu rakyat.

Jangan racuni rakyat sebab rakyat saat ini tidak mudah mau di racuni hanya karena adanya dugaan kepentingan ptibadi untuk rebut kekuasaannya.

Sebagai warga di Kecamatan Barombong Gowa, tidak pernah saya kasih masuk surat dukungan periksa itu issu menerpa bupati Gowa.

DPRD Gowa, munculkan itu surat dukungan masuk ke DPRD Gowa, di publik jangan di tutupi. Warga mau tahu apakah benar yang disampaikan anggota DPRD Gowa. atau tidak, “tegasnya. Jum’at (22 Mei)

Senada sama di sampaikan warga desa Sengka Kecamatan Bontonompo Gowa, kalau Kami masukan surat dukungan pasti saya ada masuk namaku bahkan seluruh keluarga kami tidak pernah memasukkan surat aspirasi ke DPRD Gowa.

“Tolong Anggota DPRD Gowa, jangan ki tidak transparan mana bukti itu aspirasi rakyat. Selain itu jangan juga di kait kaitkan nama saudara Bupati Gowa, dalam konteks Konpirasi Politik.

Husniah itu Bupati Gowa, dipilih rakyat banyak, ketimbang hanya puluhan aksi demo yang ingin merontokkannya. Husniah di nilai mampu menyelesaikan masalah masalah yang terkesan membuat sepele, yang tidak berdasar untuk di lengserkannya, “urainya. Jum’at (22 Mei)

Penulis : (Najamuddin Daeng Serang)

 

 

Share the Post:
Scroll to Top