Beranda Politik Konspirasi Politik di Gowa: Ormas Desak PAN Tak Tinggal Diam Bela Bupati...

Konspirasi Politik di Gowa: Ormas Desak PAN Tak Tinggal Diam Bela Bupati Husniah

93
0

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Sejumlah Ormas di Gowa Desak Partai berlambang Matahari atau Partai Amanat Nasional Bantu Bupati Husniah, Tuding Ada Konspirasi Politik

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Gowa meminta Partai Amanat Nasional (PAN) tidak tinggal diam menyikapi dugaan konspirasi politik yang menimpa Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.

Konspirasi Politik di Gowa: Ormas Desak PAN Tak Tinggal Diam Bela Bupati Husniah

Jika Husniah dipaksakan menjadi tersangka dan dicopot dari jabatannya, PAN diprediksi akan mengalami kerugian elektoral besar di seluruh pemilu mendatang.

Bagaimana pun juga Husniah adalah Politisi kader Partai Amanat Nasional yang menjabat sebagai Bupati Gowa untuk periode 2025–2030.

Jika Husniah dipaksakan menjadi tersangka dan dicopot dari jabatan Bupati Gowa yang masih aktif, lalu berganti calon Bupati Baru pengganti dari partai lain, maka Partaii Amanat Nasional diperediksi akan mengalami kerugian elektoral besar di seluruh pemilu mendatang.

Sejumlah Ormas di Gowa, menilai upaya merebut kekuasaannya secara paksa di prediksi akan mencoreng nama baik partai Amanat Nasional dan mengganggu kinerja serta peluang partai berlambang matahari ini, pada pemilihan DPR, DPRD, Gubernur, Bupati, Walikota, hingga Pemilihan Presiden ke depan.

Apalagi Dalam Pansus dan Hak Angket DPRD Gowa, Para Anggota DPRD Gowa dari Partai Amanat Nasional diduga sebagai garda terdepan untuk melengserkan Bupati Gowa, Husniah.

Sementara itu, tersiar kabar pihak lain justru diuntungkan dari situasi ini — pembicaraan mengenai keuntungan politik tersebut sudah beredar di tengah masyarakat maupun kalangan organisasi.

“Kalaupun ada pihak tertentu yang ingin memaksakan pemberhentian Bupati Gowa, Husniah, saat masa jabatan masih aktif, tentu waktu yang akan menjawab. Artinya tidak sabarkah menunggu pertarungan pilkada Gowa 2030 mendatang ? ” ujar perwakilan Ormas.

Mereka juga meyakini perebutan kekuasaan dengan cara tidak benar akan berakhir sia-sia, mengingat keadilan dan hukum karma pasti berlaku.

Untuk di ketahui bersama, apa yang salah, terbukti Sepanjang kepemimpinannya, Husniah dikenal lewat program-program yang menyentuh warga miskin ekstrem. Ia lahir di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Gowa, dan merupakan adik kandung Jenderal Tiga Bintang Muhammad Fadil Imran, yang pensiun dari kepolisian pada Agustus 2026.

Di tengah pelaksanaan program kerjanya, dalam pengentasana Kemiskinan Ekstrem muncul serangkaian langkah di DPRD Gowa yang dinilai menjatuhkan nama baiknya: mulai dari Rapat Dengar Pendapat Umum, pembentukan Panitia Khusus, hingga penggunaan Hak Angket yang dianggap kurang etis.

Setelah lolos dari pemeriksaan tersebut, Husniah kembali disangkutkan kasus dugaan korupsi terkait izin Persetujuan Bangunan Gedung.

Persoalan meluas ke masalah penutupan akses Tempat Pemrosesan Akhir sampah di TPA Cadika, Desa Pabentengan, Kecamatan Bajeng, yang memicu tumpukan sampah. Situasi memuncak Senin (24/8), saat sejumlah pegawai yang dinonaktifkan menggelar demonstrasi — foto Bupati dilemparkan ke luar gedung kantor, dan wartawan Bomwaktu.com dilaporkan dipengeroyok, peralatan liputannya dirusak maupun dirampas.

Meski menghadapi tekanan bertubi-tubi, elemen masyarakat tetap mengapresiasi kepedulian Husniah terhadap warga miskin. Mereka meminta pemerintah daerah Sulawesi Selatan maupun pemerintah pusat bertindak adil dan proporsional.

“Jangan memaksakan hal yang tidak seharusnya. Mari kita bantu masyarakat Gowa bangkit dari keterpurukan yang telah berlangsung sekitar sembilan bulan. Ekonomi terganggu, pelayanan publik terhambat, sesama warga Gowa pun terbelah. Tidakkah pantas kita berbelas kasih?” tegas mereka, seraya mengajak masyarakat mendoakan agar Bupati tetap tegar dan sehat.

Laporan: Tim Bomwaktu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here