Kisruh Paguyuban Jurnalis Gowa, Main Pecat

Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Paguyuban Sebuah organisasi atau perkumpulan Jurnalis  yang didirikan bersifat  hubungan kekeluargaan, persahabatan, Tujuannya adalah untuk membina kebersamaan, solidaritas, dan saling membantu antar anggota.

Paguyuban muncul,  ibarat rumah, yang di bangun  mulai pondasi hingga atap, awalnya, ini ada keterlibatann (As) pimpinan Perusahaan Channel Hati Damai.

Bahkan saat Audensi, di ruangan Wakil Bupati Gowa, lalu, (As) ikut andil sebagai garda terdepan untuk hadir

Mirisnya, setelah Audens di Ruangan Bupati Gowa, nama Asriani, dan anggota lainnya, pasalnya, sudah tersingkirkan alias di buang.

Seperti, Pantun “Habis manis sepah dibuang, hal kejadian inilah yang di alami oleh (As) juga Pimpinan Media Online Bomwaktu.com, dan Tv Channel Digital, dan Tv Channel Hati Damai

Kronologis, bermula Asriani ini, disuruh salah seorang teman temannya, sebagai garda terdepan untuk membuat sebuah perkumpulan Jurnalis bernama PAGUYUBAN JURNALIS” .

Alhasil, ketika masuk Audensi di Bupati Gowa, nama Asriani sudah sudah menghilang,

Pimpinan Perusahaan Tv Channel Hati Damai, di duga tersingkirkan alias bak pantun “tidak ada petir dan hujan” langsung dipecat”  sebagai Bendahara Paguyuban Jurnalis

Selanjutnya, (As) mengatakan, saya harap bubarkan dulu itu perkumpulan Pegayuban Jurnalis, baru kamu main pecat saya, tampa ada kesalahan.

Untuk di ketahui, Saya ini, terkesan  sebagai alat untuk menggolkan ini perkumpulan, namun ketika berhasil bak seperti, Pantun “Habis manis sepah dibuang” Pantun ini menggambarkan situasi di mana sesuatu atau seseorang yang tadinya berharga dan bermanfaat, setelah tidak lagi dibutuhkan, dibuang begitu saja tanpa rasa sayang atau perhatian.

Munculnya Perseteruan saat ini, di Paguyuban Jurnalis, tentu, kata, (An) sangat di sayangkan sebab kehadirannya di Gowa, bukannya membuat sejuk malah sengaja membuat peta komplik sesama teman.

Sehingga, seluruh pimpinan SKPD dan Camat, di Gowa perlu mempertanyakan kehadiran Pagayuban Jurnalis di Gowa, “kesal, dia, Sabtu (5 Juli) (Red/Bm) bersambung ,,,

Share the Post:
Scroll to Top