Sukseskan Program 100 Hari Kerja, Bupati Gowa, Minta Keterlibatan Kades dan Lurah !!!

Bomwaktu.com, Humas Gowa — Kepala Desa dan Kepala Kelurahan, memegang peran strategis dalam mewujudkan program 100 hari kerja.

Apalagi keduanya, tersebut, pasalnya, sebagai pemimpin tertinggi di wilayahnya masing masing, tentu Posisinya sebagi motor peggerak pembangunan yang langsung bersentuhan dengan warga dan kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, Bupati Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin, di dampingi Sekertaris Daerah (Sekda), H. Andy Azis Pieter, SH, M.Si, kembali memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait progres pelaksanaan program 100 hari kerja di awal Kepemimpinannya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya mengingatkan pentingnya peran seluruh pihak dalam mensukseskan Program “Gowa Bersama” yang telah dicanangkan termasuk para kepala desa maupun lurah.

“Program 100 hari kerja ini sudah berjalan kurang lebih 3 (tiga) Minggu. Namun dalam mensukseskan program ini, kata, Husniah, tentu paling tidak dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder yang ada, mulai dari tingkat kabupaten, Kecamatan hingga pada tingka Desa/lurah,” ungkapnya.

Husniah menyebut, dirinya maupun Wabup Gowa, turun langsung ke lapangan menjadi orang tua asuh dalam menurunkan angka miskin ekstrem di Kabupaten Gowa.

Begitupun dengan Gowa Annangkasi (Bersih red) yang sudah berjalan khususnya pada titik-titik yang menjadi ikon Kabupaten Gowa, termasuk perkantoran dan rumah ibadah agar dipastikan bersih dan nyaman serta mampu dilanjutkan hingga di tingkat Desa/Kelurahan.

Kemudian Gowa Cerdas/Caradde juga telah dilaunching yang mewajibkan siswa TK, SD dan SMP mengaji 30 menit sebelum pembelajaran dimulai.

Selanjutnya, Gowa Sehat yang memberikan pemeriksaaan Kesehatan dasar gratis bagi lansia dan yang berulang tahun.

“Semua program 100 hari kerja tersebut, dibutuhkan memang keterlibatan para Kepala Desa berjumlah 121 dan 46 Kepala KeLurahan, tersebar 18 Kecamatan, di wilayah dataran rendah dan tinggi.

Dalam program kerja 100 hari kerja, memastikan wilayah bersih, mendukung Ayo Mengaji, memastikan warganya mengetahui dan ikut program Gowa Sehat, dan aman.

Sehingga di harapkan, bekerjasama dengan Aparat Kemanan dalam meminimalisir tingkat kriminalitas di wilayah,” tegasnya, ” Hj. Sitti Husniah Talendrang,

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin, menyampaikan pentingnya perubahan paradigma bagi seluruh pejabat di lingkup Pemkab Gowa.

Ia berharap agar tidak hanya laporan yang masuk, tetapi juga aksi nyata di lapangan harus akurat.

“Khusus para Pimpinan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mari mengubah kebiasaan lama.

Misalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, dalam lima tahun kedepan, di harapkan efktif bekerja sangat keras di lokasi terkait penanganan Kebersihan.

Ha Ini juga menjadi tanggungjawab kepala Desa/lurah di wilayah masing-masing, Program 100 hari kerja tersebut, pasalnya, harus berhasil yang nantinya akan dilanjutkan untuk program 5 (lima) tahun kedepan,” jelasnya, Wakil Bupati.

Sementara, Lurah Bontoparang Kecamatan Parangloe Gowa, Syahbandar, mengaku siap mensukseskan program 100 hari kerja Bupati dan Wabup Gowa, salah satunya yakni penanganan persoalan masyarakat miskin ekstrem.

Untuk di ketahaui, “di tempat kami terdapat 2 (Dua) Kartu Keluarga (KK) yang tergolong masuk kategori warga miskin yang ekstrem, kami sudah beberapa kali turun langsung, bersama Pimpinan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku orang tua asuh.

“Alhamdulillah ada solusi untuk keluarga miskin ekstrem, tersebut yang diharapkan bisa segera terlepas dari terpaan kemiskinan ekstrem,” pungkas, Lurah Bontoparang Kecamatan Parangloe Syahbandar,

Rapat Koordinasi (Rakor) diikuti Sekretaris Daerah, Andy Azis Peter, para Pimpinan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kabag, Camat, Kepala Desa dan Lurah lingkup Pemkab Gowa, bertempat di gedung Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (17/3). (Naj)

Share the Post:
Scroll to Top