Pengusaha Muda, R. Empo : Pengerukan Lahan Berbukit Untungkan Industri Kecil Batu Merah dan Warga Tani, di Gowa

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Kegiatan Pengerukan lahan Tanah berbukit , “Jangan hanya melihat pada sisi “negtifnya tapi anda juga harus melihat dari sisi positifnya, “urai, Pengusaha muda, Rudy Daeng Ngempo.

Rudy akrap di sapa kesehariannya, Daeng Ngempo, di usianya masih tergolong muda, ia di dampingi istri tercinta, mampu mengatur manajemen usahanya. Tidak heran, berkat  usahanya, bergelut bidang pengerukan dari lahan berbukit disulapnya jadi lahan produktif, maka Rudy Daeng Ngempo, warga asli Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, mampu menghidupi banyak kaum pengangguran.

Foto Ani : beginilah kondisi hasil dari lahan tidak produktif di sulp jadi lhan produktif Lingkungan Giring-Giring

Kepada media online Bomwaktu,com, kata, Empo, “Cetak sawah baru merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dan pemanfaatan lahan yang tidak produktif, kemudian berhasil di sulap jadi alih fungsi lahan cetak sawah baru produktif.

Seperti biasanya, terkadang muncul segelintir orang, merasa kurang enak melihat usaha kita, hanya gegara ingin terlibat di dalamnya, akibatnya orang itu terkesan bak “lempar batu sembunyi tangan “, lalu mencari celah, lalu memanggil, sahabatnya, seperti penggiat LSM dan Pewarta media online, untuk mengganggu pekerjaan usaha kita dilapangan dengan segala cara.

Sebagai pengusaha, di amininya, manusia tidak lupuk dari hilap, tentu kami juga pernah mengalami hal serupa, seperti yang terjadi di lingkungan Giring-giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, kiri kanan di berondong searngan berita bertubi tubi oleh beberpa media Online, dan penggiat LSM.

Kata, Empo, cueqin saja, “kalau itu-itu terus mau di bati-bati alias di tanggapi, maka hal itu, hanya menghambat hasil kinerja, sementara tidak sedikit orang orang yang butuh penghidupan, baik orang-orang kita pekerjakan maupun industri batu bata merah

Perlu anda ketahui, pengusaha itu, di tuntuk jantam dan berani menghadapi goncngan-goncangan, onak duri, yang ada di sekitar kita. Meski bagai Perahu di ganjal badai ombak keras, di tengah laut, tapi kita pun tegar hadapi badainya, agar selamat sampai tujuan.

Untuk di ketahui,  jauh hari, sebelum di lakukan pengerukan tentu kita ini menggunakan modal pribadi uang recehan bernilai lumayan juga banyaknya.

Apalagi menggunakan alat berat, untuk Proses cetak sawah baru hingga berakhir proses pekerjaan penrataan lahan tentu boleh di lakukan atas restu pemilik lahan.

Di samping itu, kita juga membuka sarana jalan baru guna memperbaiki sarana jalan umum berlubang yang di lalui, jadi memang kita itu pengusaha bekerja tampa pamrih.

Olehnya, itu, sambung, Rudy Daeng Ngempo, melalui hasil cetak sawah baru, tentu menambah luas lahan dan minimal akan mampu menambah produksi usaha bidang olah pertanian serta perkebunan.

Bila, tidak yakin, maka silahkan berkunjung ke sejumlah titik wilayah di Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, yang sudah di keruk dan sudah bertahun tahun di nikmati hasil bidang olah pertaniannya warga.

Demikian halnya di lingkungan Giring-giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Utara Gowa, juga sudah banyak lahan hasil pengerukan sudah jadi produktif

Pengerukan tanah liat, juga memberi ke untungan besar kepada industry usaha kecil menengah kebawah, buat mencetak adonan batu bata merah. Artinya, kita jangan terkesan hanya pandai menyorot di celah “negtifnya saja, tapi anda juga harus melihat dari sisi positifnya, “urai, Rudy Daeng Ngempo.  (Najamuddin)

Share the Post:
Scroll to Top