Nyaris Baku Hantam, Kapolres Gowa Redam Ketegangan dalam RDPU Isu Sensitif di DPRD Gowa

Bomwaktu.com Gowa Sulsel –– Suasana Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kantor DPRD Kabupaten Gowa mendadak memanas dan nyaris berujung bentrokan fisik, Senin (11 Mei).

Kericuhan terjadi antara perwakilan aspirasi yang mengatasnamakan rakyat Gowa dengan sejumlah anggota legislatif, sebelum akhirnya diredam langsung oleh Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si.

Sementara Aksi demo, juga tambah hangat pada Proyek Sabbang Luwu Timur, 130. Milyar, Tahun 2023, menjadi topik pembahasan di aksi demo di selah selah berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bertempat di Gedung Rakyat, Senin (11 Mei)

Salah seorang orasi Aksi pendemo dari Mahasiswa menyampaikan, Wakil Bupati Gowa, Ir. H. Darmawangsyah Muin di duga Korupsi kurang lebih sebesar Rp 4 milyar hingga Rp. 6 Milyar mangkir dari pemanggilan Kejati Sulsel, “ungkap orasi yang di sampaikan di selah berlangsungnya RDPU DPRD Gowa, Senin (11/5)

Namun aksi demo tidak berlangsung lama akibat adanya terjadi dugaan pembubaran paksa di lokasi aksi oleh pihak oknum tertentu.

Ketegangan bermula saat jalannya rapat berlangsung. Pihak pelapor dari aliansi, menganggap ada “penyusup” yang tidak ada kaitannya dengan kasus isu sensitif, di RDPU DPRD Gowa di tengah peserta rapat.

Penilaian itu memicu protes keras dari perwakilan aspirasi, yang kemudian berlanjut menjadi adu mulut hebat dengan anggota DPRD Gowa. Situasi semakin memuncak hingga kedua belah pihak nyaris saling memukul.

Melihat kondisi yang mulai tidak terkendali, Kapolres Gowa yang berada di lokasi segera turun tangan.

Ia langsung menengahi, memisahkan kedua pihak, dan menenangkan suasana agar tidak terjadi bentrokan fisik yang lebih parah.

Berkat langkah cepat tersebut, ketegangan perlahan mereda dan situasi kembali aman.

Setelah suasana terkendali, rapat kembali dilanjutkan.

Namun, panitia dan pihak sekretariat DPRD segera meminta seluruh awak media untuk meninggalkan ruangan rapat.

Agenda pembahasan dinyatakan berlangsung secara tertutup dengan alasan materi yang dibahas masuk dalam kategori isu sensitif, yang di dalamnya menyangkut nama Bupati Gowa.

Sementara itu, sejumlah warga yang memadati halaman dan area luar gedung DPRD menyampaikan harapan mereka.

Masyarakat berharap pertemuan hari ini dapat membawa kejelasan dan titik terang terkait isu yang bergulir.

Publik ingin mengetahui apakah pihak pelapor memiliki bukti-bukti yang akurat dan sah, atau apakah tuduhan yang disampaikan hanya berdasar asumsi belaka.

Hingga berita ini diturunkan, keamanan di lingkungan gedung DPRD masih diperketat. Aparat kepolisian dan personel Brimob bersiaga lengkap dengan perlengkapan pengamanan untuk menjaga ketertiban.

Apakah pembahasan tertutup ini akan mengungkap seluruh fakta? Pantau kelanjutan perkembangan kasus ini hanya di Bomwaktu.com.

Penulis : Naja

 

Share the Post:
Scroll to Top