
Bomwaktu.com, Gowa Sulsel – Berita di media sosial (medsos) viral di perguncingkan, bahwa ke 3 orang pelaku “Ruda Paksa” terhadap 1 orang wanita, seakan akan sudah di vonis faktanya bersalah kasihan.
Akibatnya, bisa membuat trauma ke 3 orang dengan berita di medsos, dan selanjutnya bakal jadi pemicu komplik bermuarah besar dari masing masing keluarga domisili di tengah wilayah Kabupaten Gowa.
Apalagi kasus tudingan dugaan “Rudal Paksa” tersebut, hampir setiap hari hingga malam jadi topik pemberitaan utama dari beberapa perusahaan media online di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sehingga sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Gowa, termasuk masing masing keluarganya, baik yang ada di Kecamatan Bontonompo – Bontonompo Selatan Gowa, Bontomarannu dan Kecamatan Somba Opu Gowa, keluarga di Kabupaten Takalar dan Jeneponto.
Gonjang ganjing sejumlah kalangan keluarganya ke tiga orang diatas, menilai bahwa berita sudah viral terpublikasi terkesan memojokkan, yang seakan akan sudah tervonis terbukti secara hukum bersalah.
Istilah pepatah, mulutmu harimaumu, yang siap menerkammu, akibat mulut yang asal bicara justru menjadi bumerang yang menyakiti hati orang lain.
Bila keluarga ke 3 orang tertuding kasus “Ruda Paksa” lalu, meledakkan rasa geramnya, berbalik menyerang maka tentu sudah ada yang bisa menangkalnya.
Ini dengan alasan lantaran mereka semua secara kompak tidak sama sekali menerima atas tudingan yang di nilainya sudah tidak manusiawi. Bagaimana tidak, seakan akan sudah terbukti secara hukum melakukan kejahatan termuat di medsos.
Alhasil, sampai sampai nama dan jabatan orang tuanya terbawa bawa, tentu ada apa dengan kasus ini … ?
Dikutip di kanal media online, Kasi Humas Polres Gowa, Ipda Udin Sibadu yang ditemui di Polres Gowa membenarkan dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh tiga orang pelaku, dua diantaranya anak seorang pejabat di Kabupaten Gowa. “Benar Polres Gowa menangani kasus rudapaksa yang diduga dilakukan oleh tiga orang pria, dua diantaranya adalah anak pejabat,” kata Ipda Udin Sibadi, Kasi Humas Polres Gowa, Sabtu (2/3/24). (Kutipan).
Sehingga, alangkah baiknya bila Kapolres Gowa, menegur Kasi Humas Polres Gowa, Ipda Udin Sibadu, yang telah gamblang memberikan keterangan persnya di media online, hingga viral atas tudingan 3 pelaku melakukan “Ruda Paksa”.
Hal ini juga jadi sorotan dari keluarga tertuding tersebut, yang di anggapnya hasil pernyataan tersebut, seakan akan melihat perbuatan hingga berani memvonis terbukti bersalah.
Sehingga sejumlah keluarganya ke 3 orang ini, tertuding “Ruda Paksa”, berharap, mohon teman teman jangan terlalu mempulgarkan ini persoalan di medsos “mari jaga etika, terkait pemuatan berita berita terlalu berlebihan, kasihan.
Saling menghargai saling menghormati jangan terlalu di besar besarkan, persoalan yang masih tertangani di Kantor Polisi. Nah ! apakah bisa anda menjamin dan bertanggung jawab atas berita berita anda muat di medsos lalu setelah di kemudian hari hukum memutuskan tidak terbukti bersalah ?
Kita ini sama sama besar di Gowa, bukan orang lain, “masa kasihan seperti pepatah sudah “jatuh di timpa tangga” terus menerus tambah di pojokkan lagi kodong.
Sebagai kodrat manusia setidaknya kita semua dan anda punya perasaan, yang tentu merasa tega memperlakukan ke 3 orang. Dimana sudah di bendung kesusahan, akibat terjerat kasus hukum lalu ditambah lagi di viralkannya, di medsos.
Apalagi kasus ini sudah di tangani Aparat Penegak Hukum (APH) ke tiga orang tertuding “Ruda Paksa”, biarkan polisi bekerja secara baik lakukan penyelidikan dan penyidikan, terbukti tidaknya.
Sebab tersangka atau tidaknya sesorang itu melalui keputusan melalui penetapan Aparat Penegak Hukum (APH) hukum acara pidana di Aparat Penegak Hukum (APH). Kasihan ke tiga anak yang masih mudah sudah di viralkan, tanpa belum jelas apakah ke tiga orang ini, terbukti bersalah “ruda paksa” atau tidak.
Bila berita berita di medsos terus menyerang dengan cara memojokkan kasihan, tentu bakal, mengganggu psikologisnya, ini ke 3 orang, sehingga sama saja tujuannya untuk menghacurkan masa depannya.
Apalagi, di berita memasang fotonya, tanpa blur, di medsos kasihan, masa tidak punya rasa kasihan dan etika sedikitpun, “kesalnya, dia, kepada media ini. Kamis (7/3/24) (tim/BMW)




