Taufik Surullah DPRD Gowa, Angkat Bicara Soal Hilangnya Stok 2000 beras Warga Kaum Dhuafa di Gudang Bulog

Taufik Surullah

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel —  Kosongnya dua gudang beras gudang Bulog di Kecamatan Somba Opu Gowa, memiliki daya tampung 2000 ton, stok beras buat warga miskin, menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

ruangan gudang Bulog , penyimpanan stok beras lagi kosing

Hal ini, mendapat tanggapan serius, dari salah satu Legislator DPRD Gowa fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa, Taufik Surullah, dapil 1 Kecamatan Somba Opu Gowa.

Taufik Surullah, yang peduli Kemanusiaan ini, mengatakan, Kita akan panggil Pelaksana tugas (PLT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa, terkait mengapa bisa terjadi gudang beras kosong sejak akhir 2022, hingga baru tercium bukan Februari 2023.

Selanjutnya, menurut, Taufik, kita akan tanyakan apakah hilang atau dipindahkan ke gudang lain ?. Lagian pula kita juga belum tahu jumlahnya beras  yang hilang dan berapa total nilainya ? Tanya, Taufik.

Ini kan sejak akhir tahun 2022, menghilang, “masa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa, tidak tahu.

Apalagi kasihan stok beras ini di peruntukkan buat konsumsi masyarakat umum khususnya yakni, kaum dhuafa (warga miskin red).

Komisi di dewan, akan menggelar hearing Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindak) dengan Kepala Gudang Bulog Gowa, untuk mempertanyakan akar permasalahannya.

Dan sekaligus mengajak turun langsung di tempat 2 penampungan gudang Bulog lokasi Manggarupi Kecamatan Somba Opu Gowa.

Stok beras di gudang penampungan bulog berjumlah 2000 ton stok berasnya, di kirim dari pusat, lalu menghilang tentu kita akan pertanyakan, apakah hilang atau dipindahkan ?

Bila mana di pindahkan, tentu kita juga mempertanyakan apa alasan memindahkannya,”tegas, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa, dapil 1 Kecamatan Somba Opu Gowa, Taufik Surullah, fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Kamis (2/3/23).

Dikutip di kanal POSMAKASSAR.COM, kepala gudang Bulog Gowa, Hasyim Kamal mengatakan bahwa kosongnya stok beras di 2 (dua) gudang Bulog di Kecamatan Somba Opu karena mobil peti kemas pengangkut beras tak mampu naik ke gudang, “urainya.

Terkait pernyataan, Kepala Gudang Bulog Kecamatan Somba Opu Gowa, Hasyim, yang menyatakan, di media, di kosongkannya stok beras di gudang Bulog Manggarupi Kecamatan Somba Opu, Gowa, berlangsung mulai akhir tahun 2022, lantaran mobil angkutan tidak bisa menanjak naik.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa, Amri Jaya, menilai bahwa Pernyataan itu, disampaikan dari kepala Gudang Bulog, keliru, “urainya, dia, saat di konfirmasi melalui handphone via penggilan “Whts App”. Kamis (2/03/23.

Pendestribusian beras dari pusat di tampung di gudang Bulog Manggarupi Kecamatan Somba Opu Gowa, melalui salah satu CV. Beras tersebut, adalah stok beras di konsumsi oleh masyarakat umum, namun lebih di prerioritaskan khusus yakni, warga prasejahtera.

“Jadi atas nama pemerintah Kabupaten Gowa, menyalurkan itu beras dan di jual harga subsidi Rp. 45.000/5 kg, yang berasnya di taruh dalam kemasan karung. Hal ini supaya tidak terlalu berat di bawah oleh kendaraan.

Ini perlu di ketahui, Penyaluran stop  beras di gudang Bulog lokasi Manggarupi Kecamatan Somba Opu Gowa, di salurkan oleh Dinas Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa.

Bentuk penyalurannya, bukan di pasarkan secara umum, tapi langsung di distribusikan di kantong wilayah desa, yang umumnya warga masih banyak kurang mampu atau  prasejahtera.

Sehingga harga stok beras bersubsidi  di berikan oleh warga miskin senilai Rp.5000, kasihan kalau mereka masih beli beras diatas Rp. 10 ribu.

Beras bersubsidi tersebut di bawah sendiri oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa, melalui koordinasi tingkat Kecamatan, tingkat desa hingga sampai ke tingkat dusun.

Terkait hilangnya, beras tahun 2022, tentu tidak lupuk dari tanggung jawabnya oleh Kepala gudang Bulog Gowa, Hasyim.

kata, Kabid Disperindag Gowa, kami menilai bahwa itu pernyataan keliru, yang katanya, alasan memindahkan beras di gudang Manggarupi Kecamatan Somba Opu Gowa, akibat lantaran mobilnya tidak bis naik melewati tanjakan hingga sampai di gudang Bulog “urainya, Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian, (Disperindag) Pemda Gowa, Amri Jaya. saat di konfirmasi melalui handphone via penggilan “WhtsApp”. Kamis (2/03/23).(*)

Share the Post:
Scroll to Top