
Wancara langsung di lokasi dengan warga tani perempuan
Bomwaktu.com, Gowa Sulsel –– Pemerintah Desa (Pemdes) Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Kabupaten Gowa, mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) program ketahanan pangan untuk pembangunan jalan usaha tani (JUT) tahun 2023 yang membelah lahan pertanian di desa tersebut.
Para warga petani di dusun Pa’jokki, mengapresiasi terobosan Kepala desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2 periode Hamjah Lallo, yang di selah berakhir masa jabatannya, berhasil membangun program pekerjaan Jalan Usaha Tani (JUT).
Karena itu, pada konteks Pilkades nanti, Hamjah Lallo, masih kita harapkan untuk kembali terpilih dengan masa jabatan 3 periode, nakhoda Pemerintahan di desa Tanrara.
Pembangunan Jalan Tani di lokasi dusun Pa’jokki desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, misalnya, pasalnya, Kegiatan pekerjaan jalan usaha Tani (JUT) menggunakan bahan material berupa Sirtu di tambah dengan Talud jalan, sesuai di Prasasti sepanjang 3,5 x 725 M, Volume Anggaran dana desa (dd) bersumber APBN senilai Rp. 303.360.000, tahun 2022.
Mengingat aspirasi warga petani menginginkan penambahan lagi menjadi kurang lebih 4 meter luasnya.
Akibatnya, Hamjah Daeng Lallo, kepala desa (Kades) Tanrara 2 periode ini, mengiyakan aspirasi masyarakatnya.
Alasan penambahan volume tersebut, supaya hasil panen seperti Jagung Hibridah, Semangka dan gabah padinya bisa langsung mobil dump truck 6 roda dan mobil 4 roda masuk Kel lahan petani.
Sebab kalau hasil panennya, di angkut menggunakan tenaga manusia ke ruas poros jalan sepanjang jarak kurang lebih ratusan meter, maka pemilik hasil panen, mengeluarkan lagi uang recehan yang tidak sedikit jumlahnya.
Akhirnya tercapai keinginan warga tani, seperti kita saksikan bersama, jalan Tani sudah bisa di lakukan mengakses hasil produksinya, langsung di angkut di lokasi lahannya, gunakan moil 6 roda dan roda 4.
Melalui program jalan usaha tani (JUT) yang di gelindingkan oleh pihak pemerintah desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, Hamjah Daeng Lallo, tentu meningkatkan pendapatan perkapita buat masyarakat petani kecil di desa Tanrara khususnya dusun Pa’jokki.
Selanjutnya, kata, warga tani dusun Pa’jokki, desa Tanrara, Manona Dg Sona, 60 tahun, olehnya itu, sangat berterima kasih kepada Kepala desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, Hamjah Lallo.
Perlu di ketahui, kalaupun ada segelintir warga ikut menyoroti keberadaan sarana dan prasarana pembangunan Jalan Tani dan Talut, tentu siapa orangnya dan “kami menilai salah kaprah, atau salah alamat.
Seharusnya warga berterima kasih kepada Kepala desanya, dan bila ada keluhan segelitir warganya, tolong di sampaikan langsung kepada Kepala desa tampa ada intens politik, didalamnya.
“Memang ada terbongkar talud saluran air, saya lah yang lakukan pembongkaran sementara, atas isin kepada Pak desa. “kami bongkar sementara, akibat debit air berlimpah ruah di sejumlah lahan termasuk lahan kami yang tanam Semangka.
Ini guna menyelamatkan hasil tanaman kami, maka terpaksa kami lakukan pembongkaran talud air yang ada di jalan tani, “urainya, warga tani perempuan, Manona Dg Sona, 60 tahun, ditemui di selah kesibukannya di lahan pertaniannya, dusun Pa’jokki Sabtu (15/4/23)
Berdasarkan, pantauan langsung pewarta media ini, sejumlah warga tani, di lokasi jalan tani, kepada media ini, menyebutkan, jalan tani ini sudah lama kita gunakan sebagai saran transportasi angkutan komoditas bidang olah hasil pertanian dan perkebunan. Apanya lagi di persoalkan ? nengapa bukan sejak dari awal tidak di soal.
Awalnya ini di laksanakan proyek program jalan Tani, kami melihat dan saksikan banyak hambatan. Dimana lokasi titik yang dituju, terdapat banyak pohon di pangkas lalu di tata di bersihkan akar akarnya. Orang gampang menyorot, tampa mengetahui sebelumnya, bahwa banyak rintangan di lalui baru bisa terlaksana dengan baik program usaha jalan tani (JUT)
Anggaran ini masuk pada anggaran perubahan sebab di laksanakan pada November 2022, setelah di hantam hujan keras disertai angin kencang, maka proyek ini sempat tersendat dan dilanjutkan tahun 2023.
Perlu di ketahui, masa sih, biar hujan keras dan banjir tetap di laksanakan ini logika otak berpikir, sebab kalau tetap di paksakan maka yakin saja seluruh bahan material akan terseret air, “tandas, dia. Sabtu (15/4/23)
Terpisah,Kepala desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, mengatakan, Proyek ini masuk anggaran perubahan sebab di laksanakan pada bulan November 2022. Ditengah perjalanan pekerjaan terjadi hujan lebat, sehingga di hentikanlah sementara.
Tidak lama kemudian masuk anggaran baru tahun 2023, hal itupun masih di guncang oleh angin keras dan hujan derasSehingga Inspektorat memberikan keleluasan kepada pak desa agar bulan Juni 2023, bisa kembali di selesaikan, “tandas, Hamjah Lallo, Mantan Kepala desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa. Sabtu (15/4/23) (bersambung)




