Teknologi Usaha Budidaya Ikan Nila Air Tawar Di Tambak dan System Bioflok, Dongkrak Ekonomi Warga di Gowa

Bomwaktu com, Gowa, Sulsel –Seharusnya, Legislatif Gowa, bersama Kepala Dinas Perikanan Gowa, beserta pemerintah desa, diperlukan kerja sama untuk pembudidayaan ikan air tawar, melalui lahan tidur dan bekas tambang dan bekas galian pembuatan batu merah.

Penataan kembali bekas galian dan tambak lahan tidur tentu biayanya mahal harus gunakan alat Exa.

Mirisnya lagi, ketika membuat tambak dan menata ulang kembali bekas galian yang sudah puluhan tahun tidak bertuan menggunakan alat Exa, Kepala desa malah mengklaen bahwa itu adalah tambang ilegal merusak lingkungan hidup.

Seperti perseteruan yang terjadi antara pemilik lahan tidur di tambak Muhammad Muji, warga dusun Kale Anassappu desa Bontobiraeng Selatan Kecamatan Bontonompo Gowa, “ujar, Muji.

Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Ikan Dinas Perikanan Gowa, Maaruf Dg Laja, mengatakan, Terkait ada warga membuat tambak untuk persiapan budidaya ikan tawar dan menggunakan sistem teknologi budidaya ikan Nila Bioflok, dongkrak peningkatan perekonomian.

lokasi Budidaya Ikan Nila air Tawar Tambak desa Tangkebajeng Kecamatan Bajeng Gowa, dongkrak ekonomi warga

Budidaya ikan tawar di tambak misalnya, Dinas Perikanan Gowa, hanya sebatas berperan teknisnya saja.

Terkait soal awal mula menggali Tambak budidaya ikan Nila tawar, Dinas Perikanan Gowa, tidak punya wewenang.

foto : Camat Bontomarannu Gowa, duduk bagian kanan Bioflot Dia desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Gowa,

Asriady memang pernah cek Kepala Dinas Perikanan Gowa, Marsuki S. SOS, MM, selanjutnya, kadis mengarahkan kepada Kabid Ikan di Dinas Perikanan Gowa, Maaruf Dg Laja.

Kata, Dg Laja, hanya bisa jawab, bahwa Dinas Perikanan Gowa, bukan tupoksinya memberikan rekomendasi soal isin menggali tambak Budidaya ikan, hanya membahas soal teknis saja.

Contoh, umpamanya, ada warga minta petunjuk bahwa ada lokasi lahan tidurnya yang sudah bertahun tahun hanya di tumbuhi rumput. Lalu datang koordinasi kepada Dinas Perikanan.

Dengan harapan, apakah lahannya tersebut, bisa di keruk lalu dijadikannya sebagai lahan produktif di sulap jadi tambak budidaya ikan.

Tentu sarangnya, Kabid Ikan di Dinas Perikanan Gowa, Ahmad Arafat, secara teknis, nanti tambak budidaya ikannya sudah siap pakai, baru turun melakukan survei di lokasi, apakah layak atau tidak di jadikan sebagai sarana Budi daya ikan tawar di tambak.

Perlu diketahui, kondisi lokasi budidaya ikan tawar di tambak, bagus bila tanahnya lempung dan ada sumber mata air.

Bila berpasir tentu susah ikan air tawar berkembang biak, hal, itu secara teknis kami jelaskan.

Termasuk di desa Tangkebajeng Kecamatan Bajeng Gowa, ada memang beberapa bekas galian batu merah di tatanya kembali untuk di olahnya menjadi tambak budidaya ikan dan sudah banyak warga menghasilkan uang.

Malahan dinas perikanan provinsi Sulsel, memberikan sinyal kepada Dinas Perikanan Gowa, untuk mendata bekas bekas galian lalu di jadikan kembali sebagai budidaya ikan tambak. Ini supaya bisa mendongkrak sumber pendapatan ekonominya warga desa.

Kata, Ahmad Arafat.Besok Selasa (20/6/23) Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Ikan Dinas Perikanan Gowa, Ahmad Arafat, di undang ke desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu Gowa, di undang untuk memberikan materi mewakil Kadis Perikanan Gowa.

Materi kami bawakan, terkait tentang menggunakan teknologi sistem Bioflot, ada hewani seperti ikan, bebek dan telur dan kalau nabati soal Ketahanan pangan.

Selanjutnya, perlu di ketahui, kalau sistem Bioflot budidaya ikan Nila air tawar desa memang sudah lama di programkan dengan jumlah Bioflot bervariasi, bahkan ada juga membuat Bioflot sebanyak 20 unit seperti desa Bontoramba Kecamatan Pallangga Gowa.

Terkait kolam ikan Nila menggunakan sistem teknologi Bioflot di Kampung Rewako desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, saya memang memberikan materi, awalnya itu hanya 4 unit Bioflotnya.

Belakangan setelah Bupati Gowa, mau turun melakukan penilaian, kemungkinan kolam air ikan Nila air tawar, bertambah.

Selama ini Dinas Perikanan Gowa, tidak pernah menurunkan bantuan Bioflot, itu pengadaannya di laksanakan oleh pemerintah desa. Dinas perikanan hanya di undang turun sebagai pemateri atau penyuluhan tentang teknis pengembangan Budi daya ikan tawar menggunakan kolam sistem Bioflot, “urai, Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Ikan Dinas Perikanan Gowa, Maaruf Dg Laja. Senin (19/6/23) (Naja)

Share the Post:
Scroll to Top