Lagi Lagi Program SKTB, Tidak Berjalan Maksimal, di SMPN 2 Barombong Gowa, Jadi Bahan Perguncingan di Rumah Rakyat Gowa dan Penggiat LSM

Bonwaktu.com. Gowa Sulsel — Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Barombong Kabupaten Gowa, Hj. Nurmi, Spd. Mpd, yang sudah di muat dan ditayangkan oleh media ini sepekan lalu, mengatakan, sebanyak 9 siswa SMPN 2 Barombong Gowa, tidak ikut ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2022/2023.

Sementara, berdasarkan hasil investigasi pewarta media ini, di lingkup SMPN 2 Barombong Gowa, menyebutkan, bukan sebanyak 9 orang tapi kurang lebih 14 siswa yang tidak ikut Ujian Nasional (UN).

Bahkan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2021/2022, di duga ada sejumlah siswa yang tidak tuntas, tapi bisa berlanjut kejenjang masuk di SMA. Nah ! ada apa setelah ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2022/2023, sudah tidak bisa siswa di tuntaskan nilainya, hingga tidak heran, sebanyak 14 siswa tidak bisa di ikutkan untuk Ujian Nasional (UN), “ungkapnya, dia, layak di percaya.

Padahal Bupati Gowa, Ichsan YL, masa periodenya, menerapkan dalam pembelajaran di sekolah tidak mengenal siswa tinggal di kelas Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB). Dan dalam penerapannya, bila ada siswa tidak tuntas nilainya, bukan siswanya yang bodoh, tapi gurunya tidak mampu mendidik siswanya.

Terkait, tidak maksimalnya penerapan Sistem Sekolah berkelanjutan (SKTB) di SMPN 2 Barombong Gowa, lantaran banyaknya siswa tidak ikut ujian nasional (UN) tahun ajaran pelajaran 2022/2023, tentu itu sebuah ukuran SKTB terkesan terabaikan.

Akibatnya, menjadi bahan perguncingan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Gowa, dan penggiat Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) beserta sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Gowa, khususnya di Barombong Gowa.

Beberapa Legislator DPRD Gowa, mengharapkan perlu di lakukan Hearing dan ini ruang lingkupnya Komisi 4 DPRD Gowa. Apalagi kata dia, Perda nomor 10 tahun 2013 sudah di sahkan oleh DPRD Gowa dan Bupati Gowa.

Sehingga para Kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa, tidak boleh setengah hati menerapkan program Sistem Kelas tuntas berkelanjutan (SKTB), harapnya, dia, saat di temui diruangan fraksinya. Senin (03/7/23)

Terpisah, beberapa LSM kepada media ini, juga menyayangkan bila program SKTB merupakan program andalan pemda Gowa, yang sudah di akui di level Nasional.

Namun pada kenyataannya, dibalik kesuksesan itu, masih adanya Kepala Sekolah SMPN 2 Barombong Gowa, dinilai masih setengah hati menerapkannya, tentu boleh di kata, mencederai program SKTB.

Hal Ini takarannya dengan banyaknya siswa tinggal Kelas akibat lantaran tidak bisa tuntas nilai mata pelajarannya, sehingga, tidak bisa ikut Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2022/2023.

Apalagi Program Sistem Sekolah berkelanjutan (SKTB) siswa tersebut, tidak boleh lagi ada yang tidak tuntas tapi guru harus bekerja proporsional, “kesalnya, dia, kepada media ini via handphone pribadinya. (naja) bersambung

Share the Post:
Scroll to Top