Viral di Canal Facebook, Gegara Tak Coblos Anak Kades “Nyaleg DPRD Partai PPP Dapil 5″Ipar Kades Inisial (M) di Duga Bajak Bansos Jatah Warga Miskin

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel — Gegara Tidak coblos anak pejabat Kepala desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, seorang perempuan berinisial (M) Ipar dari Kepala desa Tindang, di duga membajak bantuan sosial beras buat warga miskin.

Presiden Jokowi mengeluarkan program bansos berupa BLT dengan nama BLT Mitigasi Risiko Pangan berupa beras sebanyak 10 Kg/ rumah tangga miskin (RTM) atau Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bupati Gowa, DR. Adnan Puricta Ichsan, Yl, SH.MH, Februari 2024.

Namun sayangnya, diselah berkecamuknya pemilu 2024. sejumlah anak dan keluarga Pejabat di Gowa, ikut nyaleg di partai politik DPRD, di duga kuat menyalah gunakan bantuan sosial (bansos) warga miskin seperti beras sebagai lahan kampanye Calon DPRD Gowa, buat mendongkar surat suara.

Seperti yang terjadi pembagian bantuan sosial (bansos) pangan beras buat kaum “dhuafa” berlangsung di kantor desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (20/2/24) kemarin.

Warga keluarga miskin (KM) masuk terdaftar sebagai program pemberian bantuan sosial bersyarat ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat (PKH) di wilayah pemerintahan desa Tindang, pasalnya, merasa kelimpungan dan menjerit, lantaran jatah beras sebanyak 10 Kg, diduga tidak di berikan.

Usut demi usut ternyata dalangnya adalah seorang ipar Kepala desa Tindang Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, perempuan inisial (M)

Salah satu warga tidak ingin namanya di publis, menyebutkan, salah seorang perempuan inisial (M) Ipar dari Kepala desa Tindang yang bukan tupoksinya, telah, menyalurkan bantuan pangan beras kepada keluarga miskin, namun sejumlah warga terdaftar masuk program keluarga harapan (PKH) pulang dengan rasa kekecewaan dan tangan kosong.

Alasan perempuan inisial (M) ipar Kades Tindang, mengatakan kepada saya, tidak di berikan bantuan beras karena tidak nyoblos anak Kepala desa Tindang, nyaleg DPRD Gowa, dari partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan kami ini dituding selingkuh dengan Caleg DPRD Gowa, selain dari anak Kepala desa Tindang kesalnya dia kepada kami. Selasa (20/2/24)

Terpisah, Berdasarkan informasi masyarakat yang berhasil di tampung oleh media ini, menyebutkan, kenapa mesti ipar Kepala desa Tindang, perempuan inisial (M) ikut mencampuri langsung urusan pembagian bansos beras jatah warga miskin dari pemerintah, dan mengait ngaitkan masuk ke ranah politik.

Kecuali anggaran pribadinya buat beli beras tentu mereka bebas mempermainkan sesuka hatinya, perlakuan tersebut, sungguh “memalukan.

Padahal, perempuan insial (M) bukan siapa siapa, hanya warga biasa tidak terikat atau punya pekerjaan di lembaga pemerintahan desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa.

Padahal, Bupati Gowa, Adnan Purichta Iksan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat dalam membagi bantuan tujuannya paling tidak membantu masyarakatnya berdampak jatuh dari keterpurukan kemiskinan.

Sebaliknya, malahan yang terjadi di saat pembagian bantuan sosial beras untuk warga miskin di desa Tindang, pasalnya, bukannya menopang kelangsungan hidup bagi warga miskin, malah di duga membajak program bantuan sosial (bansos) untuk ajang mendongkrak suara, anak Kepala desa Tindang.

Berdasarkan hasil vidio durasi sekian menit tersebar di Facebook, dan terkirim di kanal warga net, “WA”, nampak sebanyak 2 orang ibu menyebutkan, alasan tidak di berikan sembako, karena di tuding tidak mendukung alias selingkuh saat melakukan pencoblosan.

Nanti di viralkan vidionya di medsos di canal facebook, baru kembali iparnya pak desa Tindang perempuan inisial (M) membagikannya kembali, sebelumnya itu tiadak mau kasih orang miskin haknya sebagai penerima bansos beras 10/kg.

Terkesan kami ini di mata matai, saat warga lakukan pencoblosan di bilik suara, sehingga memarah marahi kami serta menuding selingkuh kesalnya, seraya kembali dia tambahkan, sebagai pemerintah diminta adil kepada warganya, “harapnya, Selasa (20/2/24).

Tujuan bantuan pangan beras di luncurkan guna percepatan penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), harus tepa sasaran yakni warga miskin atau program Keluarga harapan (PKH), bukan untuk kepentingan politik ajang mendongkrak suara bagi anak Kepala desa Tindang.

Informasi keluhan warga yang di sampaikan masuk ke pada redaksi media online Bonwaktu.com, bahwa bantuan pangan beras buat warga miskin, kuat di jadikan lahan kampanye buat dongkrak anak kades Tindang di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Untuk menggali informasi tersebut diatas, maka pewarta media ini mencoba menhubungi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tindang, Dg Nambung. Apalagi fungsi tugasnya adalah Menggali Menampung aspirasi masyarakat, sehingga Ketua BPD dan anggotanya juga dapat tunjangan gaji dari negara melalui Dana Desa (DD). Namun sayangnya di hubungi via Hanphone pribadinya, tidak di angkat namun sayang tidak diangkat, Selasa (20/2/24)

Sementara, Kepala desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, di hubungi handphone pribadinya oleh pewarta media ini, namun sayang tidak di angkat juga, Selasa (20/2/24)

Diharapkan, Bupati Gowa, DR. Adnan Purichta Icksan SH.MH, menegur kepada seluruh elelemen jajaran pemerintahan termasuk di desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, atas tindakan memanikan bantuan rakyat khusnya di terpa kemiskinan hal ini supaya ada efek jerah termasuk oknum oknum ikut bermain memploitisasi bantuan ke rana politik Caleg pemilu tahun 2024. (Tim/BW) (bersambung)

Share the Post:
Scroll to Top