Tatap Muka, Pilcabup Gowa, Aurama di Barombong Gowa, Banyak Hadir Warga Desa Tinggimae dan Desa Jenetallasa Pallangga Gowa

Bomwaktu.com, Gowa Sulsel  — Desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, yang punya destinasi wisata Kampung Rewako, dan Kelurahan Tete Batu Kecamatan Pallangga Gowa, beserta desa Tinggimae Kecamatan Barombong Gowa.

Berdasarkan inforamsi warga di Kecamatan Barombong Gowa, dan warga Kecamatan Pallangga Gowa, menyebutkan, dari sekian jumlah desa/Kelurahan tersebar di Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Barombong Gowa, ke tiga wilayah yakni, desa Tinggimae Kecamatan Barombong Gowa, dan desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa, beserta Kelurahan Tete Batu Kecamatan Pallangga Gowa, di prediksi  siap jadi pemenang paslon pilcabup Gowa, Amir Uskara – Irmawati Haeruddin.

Bagimana tidak, hal ini terpantau di selah selah pelaksanaan Kampanye Tatap muka calon pemilihan Kepala daerah (pilkada) Gowa, Amir Uskara – Irmawati Haeruddin, lokasi Lapangan Bontomanai desa Kanjilo Kecamatan Barombong Gowa, Minggu (10/11)

Ini pun juga terdeteksi kuat indikasi banyak warga hadir pendukung luar Kecamatan Barombong Gowa, padahal, tatap mukanya berlokasi di Barombong Gowa.

Alih alih ternyata kebanyakan ikut hadir di acara kampanye tatap muka pilkada Gowa, Aurama, bertempat di lapangan Bontomanai desa Kanjilo, yakni, jaringan pendukung dari keluarga dari ke 2 orang Mantan Kepala desa (Mandes) Jenetallasa, Kecamatan Pallangga Gowa, (AS) dan (FZ).

“Menyusul jaringan keluarga dari tokoh masyarakat atau Kepala desa Tinggimae Kecamatan Barombong Gowa, banyak hadir di kampanye tatap muka pilkada Aurama, pada Minggu (10/11/24) siang.

Hal, ini pertanda jika tokoh masyarakat alias mantan Kades (Mandes) Jenetallasa Kecamatan Pallangga Gowa dan tokoh desa Tinggimae Kecamatan Barombong Gowa lebih memilih berpaling ke paslon pilkada Gowa, Aurama, “paparnya, nara sumber yang tidak bisa di sebut satu per satu namanya ke pada media ini.

Informasi terpisah, sejumlah warga Bontonompo Gowa, di hubungi pewarta media ini, konteks pesta demokrasi baik pilkada, pilgub, pilkades dan pilcaleg, perbedaan dukungan itu hal biasa.

Sebeda dukungan itu biasa, tapi marilah saling menghargai tanpa membuat pelanggaran termasuk pasang benner di pekarangannya orang tanpa isin.

Selian itu, membuat kata kata kurang menyenangkan kepada calon pemimpin kita di Gowa, yang mengatakan perempuan tidak bisa jadi pemimpin.

Konteks bahasa itu, pencemaran nama baik, yang bisa di pidanakan lewat laporan ke polisian, makanya sarang saya, perlu hati hati bicara jelek jelekkan paslon pilkada Gowa, “paparnya, dia (Naja)

 

Share the Post:
Scroll to Top