Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Warga minta, Ayo !!! Saatnya Komisi IV DPRD Gowa, Tahun 2025, Bongkar Kelompok Mafia Proyek APBN – APBD Bersarang Lingkup Dinas Pendidikan Gowa, di gelarnya tahun anggaran sebelumnya.
Seperti, Paket Proyek Rehabilitasi dan Renovasi sarana dan Prasarana proyek pembangunan Sekolah SDI/SMP dan paket, yang selama ini di gelindingkan Dinas Pendidikan pemda Gowa, tahun sebelumnya, perlu di cek and ricek di lokasi tersebar di Gowa, oleh pihak Legislator Komisi 4 Gowa.
Demikian pula, paket paket pengadaan kartu siswa, pengadaan spanduk spanduk dan buku yang di salurkan ke SDI/SMP, kurang lebih 400 jumlahnya, beserta pengadaan anggaran bantuan siswa berprestasi, lainnya.
Pasalnya, kuat indikasi sejumlah anggaran terkontaminasi aroma bau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Sejumlah kalangan masyarakat, sudah sekian lama menyoroti, termasuk aksi demo, adanya terjadi keganjalan atau mafia proyek bersarang di lingkup Dinas Pendidikan Gowa, bekerja sama oknum oknum orang luar.
Namun sayangnya, seakan tidak pernah ada tanggapan baik pihak pimpinan di lembaga institusi Penerintah Gowa, dan pihak Legislatif di gedung DPRD Gowa, beserta Aparat Penegak Hukum (APH)
Sehingga, Sejumlah kalangan masyarakat, kembali menuntut dengan secuil harap, supaya Komisi 4 DPRD Kabupaten Gowa, tahun 2025, saatnya segera bertundak tegas “ungkap dan membongkar permainan mafia proyek di duga bersarang di lingkup Dinas Pendidikan Gowa, di tahun tahun sebelumnya, “harapnya, dia.
Hal ini demi berjalannya program tahun anggaran 2025, dengan baik agar Kabupaten Gowa semakin maju dan berkelanjutan.
Sehingga di harapkan, sejumlah antek antek dugaan oknum pelakunya, yang bersarang di lingkaran Dinas Pendidikan Gowa, perlu di bersihkan, memang.
Sebab bila tidak, maka jangan harap program program yang baru termasuk pengadaan pakaian sekolah dan pengadaan lainnya beserta proyek sarana dan prasaran infrastruktur pembangunan bisa berjalan sesuai harapan, “harapnya, dia.
Akibatnya, anggaran proyek bersumber dari “APBN – APBD“, di duga tidak maksimal hasilnya produknya di lapangan.
Termasuk pengadaan kartu siswa dan baliho papan infirmasi tersebar di 400 sekolah tingkat SDI dan SMPN, pasalnya kuat indikasi oknum pelakuknya bersarang di lingkup Dinas Pendidikan Gowa.
Selain itu, juga tidak transparansi pengelolaannya di lapangan, siapa yang kerjakan apakah orang dalam atau orang luar ? “kesalnya, dia kepada media ini.
“Bila Komisi IV DPRD Gowa, tutup mata dan telingah, alias tidak mencegah sejumlah bentuk bentuk dugaan kejahatan selama ini, tentu akan berimbas pada preseden buruk, di lngkungan Dinas Pendidikan Gowa.
Selain itu, sejumlah aktor aktornya di duga berperan sebagai oknum pelaku mafia proyek termasuk mempunyai jabatan basah bersarang di lngkup Dinas Pendidikan Gowa.
Adanya pembiaran akibatnya sejumlah oknum pelakunya di duga berkostum “plat merah”, sebaliknya malah “gonjang ganjing” kian keranjingan meraja lelah di duga ikut nikmati atau menggerayangi sejumlah program anggaran anggaran proyek di lingkup Dinas Pendidikan Gowa
“Apalagi penegakan hukum di lingkup Dinas Pendidikan Gowa, seakan mati suri, seolah ada kesan tebang pilih dalam memilah dugaan kasus kasus proyek korupsi, di lingkaran Dinas Pendidikan Gowa, “kesalnya, sejumlah nara sumber yang berhasil di tampung oleh pewarta media ini, yang tidak bisa di sebut satu persatu namanya.
Dalam waktu dekat ini, pewarta media ini akan melakukan investigasi terkait pelaksanaan proyek proyek yang di gelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, di tahun tahun sebelumnya.
Selanjutnya, pewarta media ini, pernah ingin konfirmsi dengan Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Taufik Mursad, ST, di Kantornya, sepekan lalu, namun tidak berhasil. Bersambung ….
Penulis : Najamuddin




