Bomwaktu.com, Gowa, Sulsel — Tindak Pidana Korupsi. (Tipikor) Polres Gowa, di mintai oleh sejumlah elemen warga, untuk melakukan klarifikasi pemanggilan sejumlah Pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) pemda Gowa, bersama Kepala Sekolah dan pemasok buku Amalia Ramadan, CV WJP di Gowa

Sesuai laporan sejumlah warga, layak di percaya, hal ini, terkait persoalan adanya muncul dugaan aroma Korupsi dalam penyaluran buku Amelia Ramadan senilai kurang lebih miliyaran rupiah tersebar di seluruh sekolah tingkat Sekolah Dasar dan Tingkat Sekolah SMPN.

Selain itu, juga Biaya Pelatihan untuk para Kepala Sekolah dasar (SD) dan SMPN se – Kabupaten Gowa, artinya masyarakat ingin tahu, apakah, pengelolaan anggaran sudah sesuai dengan pedoman Pembuatan Standar Prosedur (SOP) dengan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), sesuai Permendiknas No. 19 Tahun 2007 ?, “tanya, sumber yang layak di percaya.

Dimana dalam penyaluran buku Amalia Ramadan dan biaya anggaran pelatihan atau Bintek, senilai Rp. 3.500.000/Sekolah, tersebut, di duga di intervensi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan (Disdik) pemda Gowa, Ulfa Tenri Batari, bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa, Taufik Mursak, ST, kuat indikasi berpotensi Korupsi ?

Untuk di ketahui, buku Amalia Ramadan isinya 15 lembar, seharga Rp. 12.000/1 (satu) orang siswa, menggunakan Perusahaan CV WJP, akan di bayarkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Selain itu, di indikasikan kualitas hasil cetakan kertasnya tipis, yang di nilai tidak sesuai dengan pedoman Pembuatan Standar Prosedur (SOP).

“Kini buku Amalia Ramadan sudah beredar di seluruh penjuruh sekolah Se – Kabupaten Gowa, yang anggarannya, seluruhnya di perkirakan kurang lebih 1 Milyar Rupiah.
Demikian pula dengan dugaan pembebanan biaya pelatihan atau Bimtek senilai Rp. 3.500.000/1 (satu) orang Kepala Sekolah di Gowa.
“Menurut sejumlah guru di Sekolah, mengatakan, saya juga tidak tahu menahu soal buku Amalia Ramadan
“Kita di sekolah hanya sebatas menerima saja barang dari luar, dan tugas kami para guru di sekolah hanya sebatas membagikan ke siswa dan siswi.
Dalam berita saya lihat, Ini buku Amalia isi (5) lembar, yang benar sebanyak (15) lembar isi dalamnya.
Tap sampai ini hari, Senin (24/2/25) buku Amalia Ramadan, belum kami bagikan, tinggal menunggu perintah, “katanya, ke media ini, Senin (24/2/25).
Terpisah, Â Anggota DPRD Gowa, Komisi 4, menyebutkan, beredarnya buku Amalia Ramadan, di seluruh Sekolah di Kabupaten Gowa, menggunakan CV WJP, tentu patut di pertanyakan.
Apalagi dalam buku Amalia Ramadan, tidak tercamtung alamat percetakan dan alamat penerbitnya. Sehingga kita juga akan memeriksa kelengkapan perusahaan penerbitnya.
Dewan Komisi 4 DPRD Gowa, akan menggelar Rapat Kerja (Rakor) menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa, Taufik Mursak, dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan, Gowa, Ulfa Tenri Batari.
“Kita akan mempertanyakan, kenapa mesti ada pengadaan Amalia Ramadan di perjual belikan di Kepala Sekolah (Kepsek)
Selain itu, DPRD Gowa, Komisi 4 juga mempertanyakan biaya pelatihan senilai Rp. 3.500.000/1 (satu) orang Kepala sekolah bertempat di Hotel di Makassar.
Artinya, apakah, pengelolaan anggaran pengadaan Buku Amalia Ramadan, pasalnya, sudah sesuai dengan pedoman Pembuatan Standar Prosedur (SOP) dengan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS),’paparnya, dia, kepada media ini, Senin (24/2/25).
Sementara, Berdasarkan informasi beredar, di lingkup pemda Gowa, dengan munculnya berita di muat oleh pewarta Bomwaktu.com, judul berita, Soal Dugaan Bisnis Buku Amalia & Biaya Rapat Kepsek di Hotel Makassar, Diknas Gowa, Gegerkan Warga, DPRD Komisi 4, Dinilai Tak Bertaji ? di muat pada hari Minggu 23/2/25).
Namun apalacur, ternyata pemuatan berita sebaliknya menuai dugaan pelecehan kepada portal media ini.
Menurut sumber layak di percaya, mengatakan, orang di Kantor Dina Pendidikan (Disdik) pemda Gowa, katanya tidak takut dengan alasan, media Bomwaktu tidak mau dibaca orang, sehingga biarkan saja dia muat, berita terkait penyaluran buku Amalia Ramadan dan biaya Pelatihan Kepala Sekolah (Kepsek), “kata, sumber ke media, Senin (24/2/25)
Di hubungi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan, Gowa, Ulfa Tenri Batari, oleh pewarta media ini, mengatakan, membantah adanya pernyataan yang di lontarkan oleh saya, “urainya, dia.
Menurut Pimpinan Redaksi Media Online Bomwaktu.com dan Channel Televisi (TV) Digital, Najamuddin, sebagai pewarta memuat berita, hal itu sudah sesuai protak Undang-Undang Pers.
Lagian pula, mengapa mesti marah di soroti kinerja di Lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) pemda Gowa. Memangnya yang anda gunakan adalah anggaran pribadimu ? ini kan anggaran Negara bersumber dari pajak Rakyat, bukan uang pribadimu yang anda kelolah, “tegas, Najamuddin.
Muculnya Bahasa pedas kepada penggiat media, tentu kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa, terkesan tidak mau menerima sorotan dari masyarakat di salurkan masuk ke media ini, “tegas, najamuddin, Minggu (24/2/25).
Berarti benar tidaknya ini kabar kurang sedap, yang di sampaikan ke pewarta media ini, artinya sejumlah oknum pejabat di lingkup Dinas Pendidikan (Diknas) Gowa, terkesan atau se olah olah ingin membuat petak komplik terhadap mitranya,”kesalnya, Najamuddin, Minggu (24/2/25). Bersambung




