Bomwaktu.com MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Gowa secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.
Penandatanganan strategis ini dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (4/4). Kesepakatan ini bertujuan untuk mengonversi timbulan sampah regional menjadi energi produktif secara terpusat.
Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan intervensi struktural krusial untuk manajemen persampahan daerah. Melalui skema PSEL, Kabupaten Gowa akan mentransfer 150 ton sampah per hari untuk dikelola menjadi energi listrik. “Ini langkah konkret, meski belum menyelesaikan keseluruhan persoalan sampah di Gowa,” ujar Talenrang. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, terutama di kawasan padat penduduk, mengingat tingginya produksi sampah di Gowa.
Lebih lanjut, Pemkab Gowa berencana mengintegrasikan sistem ekonomi sirkular melalui sentra pemilahan terpadu. Masyarakat akan terus diedukasi untuk memilah sampah anorganik dan organik agar dapat dimanfaatkan dan menghasilkan pendapatan.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mendukung pendekatan Waste to Energy sebagai solusi taktis, namun menekankan pentingnya reduksi material dari hulu. Ia mendesak pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemilahan di sumber demi menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang rata-rata sudah berumur 17 tahun dengan sisa kapasitas terbatas. Target nasional untuk menghentikan praktik open dumping pada tahun 2026 mengharuskan pengurangan sampah dari sumber berjalan paralel.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Azhari Azis, menambahkan bahwa konsekuensi teknis dari kerja sama ini adalah konsistensi suplai minimal 150 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan. Pemilahan sampah dari rumah tangga sangat penting agar sistem pengolahan lebih efisien. Sosialisasi berkelanjutan terus didorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi; Walikota Makassar, Munafri Arifuddin; Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur; serta Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, sebagai bagian dari konsolidasi lintas daerah dalam reformasi pengelolaan. sampah. (Nj)
Humas Gowa
Post Views: 82




