Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Korwil APDESI Gowa Angkat Bicara: Bupati Gowa Dipilih Rakyat, Sulit Dijatuhkan Secara Paksa

Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, merupakan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses demokrasi.
Dengan mandat tersebut, ia dinilai memiliki legitimasi politik yang kuat sehingga tidak mudah dijatuhkan secara politik di tengah masa jabatannya.

Jabatan bupati merupakan amanah rakyat yang diperoleh melalui pemilihan kepala daerah sebagaimana diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
https://youtu.be/w8O-dJL7Hl8?si=5m5844r–BSbsFai Rakyat Bersatu di Belakang Bupati Gowa Sulit Digoyahkan
Masa jabatan kepala daerah berlangsung selama lima tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinator Wilayah (Korwil) APDESI Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, Putra Syarif Pabeta, S.E., M.M., mengatakan masyarakat Gowa saat ini berharap pemerintah daerah tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang sosial dan kemasyarakatan.
“Yang diharapkan masyarakat adalah bagaimana Bupati Gowa terus memikirkan kepentingan rakyat, khususnya yang berkaitan dengan persoalan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan perseteruan yang dinilai tidak produktif dan memberikan kesempatan kepada Bupati Gowa bersama jajaran pimpinan SKPD serta para camat untuk menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat.
Selain menjabat sebagai Korwil APDESI, Putra Syarif Pabeta juga merupakan Kepala Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Sebagai bagian dari pemerintah daerah, ia mengaku prihatin terhadap dinamika yang berkembang belakangan ini.
Menurutnya, setelah mencermati berbagai perkembangan, terdapat sejumlah pihak yang dinilai terlalu cepat memberikan penilaian terhadap Bupati Gowa melalui berbagai unggahan di media sosial.
Ia berpendapat, penyebaran isu-isu sensitif di ruang publik berpotensi mencoreng citra Kabupaten Gowa dan jalannya pemerintahan daerah.
“Sebagai masyarakat Gowa, seharusnya kita mengedepankan tata krama, saling menghargai, serta menyampaikan kritik dengan cara yang santun dan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Putra menilai, dinamika politik yang berkembang saat ini diduga dipengaruhi oleh kelompok-kelompok tertentu yang merasa kecewa terhadap kepemimpinan Bupati Gowa.
Namun demikian, ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah di Gowa, jangan terprofokasi dengan isu yang menesatkan, ayo dukung pemerintahan pemda Gowa, “harapnya Korwil Kabupaten Gowa, Jeneponto dan Takalar, Putra Syarif Beta, SE, MM, yang juga jabatan Kepala desa Erelembang Kecamatan Tombolo Pao Gowa. (Naja)




