
Bomwaktu.com Gowa Sulsel — Warga Petani di Lingkungan Gangga Kelurahan Tamallayang Kecamatan Bontonompo Gowa, merasa berterima kasih kepada salah seorang pengusaha Jaunaedi Dg Ngalle, Warga Bajeng Kecamatan Bontonompo Gowa.

Dimana mereka berhasil merubah wajah lahan warga petani menjadi lahan produktif, yang saat ini sudah seluas 40 are, pasalnya saat ini sudah di tanami oleh pemiliknya.
Bahkan para pemilik lahan setuju semua untuk di garap lahannya, karena mengingat bisa menguntungkan terhadap buat peningkatan Ekonomi bidang oleh pertanian seperti, tanaman Palawija Padi, Jagung dan sayur mayur, “tutur, Dg Bollo, saat di temui di selah selah kesibukannya melakukan penanaman Padi di atas lahan yang sebelumnya tidak produktif. Jum’at (23/12/22).
Terpisah, Junaedi Dg Ngalle, mengatakan, Lahan tersebut, di garap dari lahan tidur menjadi lahan produktif menggunakan alat berat sudah berlangsung 3 Minggu dengan jumlah Lahan 40 are.
Ke 40 are sebelumnya tidak produktif sehingga setelah saya sudah garap menggunakan alat berat, maka lahannya sudah bisa kembali produktif, “tandas, Junaedi Dg Ngalle. Sabtu (24/12/22)
Warga pemilik lahan berdomisili di Lingkungan Gangga, seperti Muh Jaunaedi Dg Ngalle, Dg Lira, dan Dg Mangun, serta Dg Tiro, Dg Timung, merasa terima kasih atas insiatif salah seorang pengusaha, Junaedi Dg Ngalle.
Seorang warga Tani Lingkungan Gangga Kelurahan Tamallayang Kecamatan Bontonompo Gowa, Dg Lira, mengatakan, berkat kepeduliannya Junaedi Dg Ngalle, untuk mendatangkan alat berat, sehingga lahan kami sudah bertahun – tahun tidak produktif dan akhirnya setelah sudah di lakukan pengerukan maka Alhamdulillah lahan kami tersebut terbukti sudah kami tanami tanaman produktif Padi.
Berdasarkan informasi masyarakat di Kecamatan Bontonompo Gowa, yang berhasil di tampung oleh media ini, mengatakan, seiring dengan program pemerintah daerah Kabupaten Gowa, lahan kering berbukit yang tidak produktif bisa di olah kembali menjadi lahan produktif.
Namun disisi lain, segelintir oknum mengklaimnnya bahwa itu merusak lingkungan. Sementara, pemilik lahan sendiri tidak pernah mengatakan merusak lingkungan.
Malah merasa berterima kasih karena lahannya sebelumnya tidak menguntungkan dan setelah selesai lokasinya di garap dan di tata baik menggunakan alat berat. Akibatnya, lahannya sudah membuahkan hasil buat kebutuhan hidup dan keperluan biaya lainnya, “paparnya, dia, saat di konfirmasi oleh media ini. Sabtu (24/12/22) (Naja)




