“Info : Buat Kapolres & Bupati Gowa, Industri Batu Bata di Gowa, Bakal Gulung Tikar, Jika Tutup Pengambilan Lahan Tanah Liat

Foto : Wancara langsung dengan usaha kecil industri batu bata merah di Lingkungan Giring-Giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, Dg Beta kostum putih Selasa (4/4/23).

Bomwaktu.com Gowa Sulsel – Ini bukan tambang tapi tempat mengambil bahan material tanah liat, untuk di beli oleh pihak usaha kecil buat bahan baku pembuatan adonan batu merah buat industri usaha kecil menengah kebawah. Jika di suruh berhentikan, maka tidak sedikit usaha industri batu bata merah, bakal gulung tikar.

Industri kexil batu bata merah andalkan tanah liat (foto : Ani)

Akibatnya, akan menambah lagi pengangguran, baik di kalangan para sopir dum truck, pekerja di bantilan usaha industri batu bata merah, dan kemana lagi mencari nafkah buat menghidupi masing-masing keluarganya.

Jadi mereka kasihan beli bahan untuk ambil tanah liat hanyalah semata pembuatan produksi batu merah, buat menghidupi keluarga dan karyawannya yang di pekerjakan di bantilan tempat membuat bahan adonan batu merah, “kata, salah satu pengelolah indstri usaha adonan batu bata merah, kepada Wartawan media ini. Selasa (4/04/23)

Disamping itu, kalau lahan berbukit sudah rata tanahnya, kembali pemilik lahan, menjadikan sebagai lahan cetak sawah baru, buat menanami tanaman palawija seperti, sayur, padi dan jagung hibrida. Sehingga, ada dua potensi mereka hidupi buat menopang hidupnya, apalagi saat ini bulan suci ramadhan.

Olehnya itu, kata, salah seorang usaha industri batu bata merah warga lingkungan Giring-Giring, Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, Dg Beta, mengharapkan, pihak pemerintah daerah pemda Gowa, dan anggota DPRD Gowa, harus pikirkan usaha industri kecil produksi batu merah, yang navasnya, tergantung dari bahan tanah liat, tersebar di wilayah Kabupaten Gowa, khususnya di lingkungan Giring-Giring Kecamatan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Utara.

Artinya, kata, dia, kalau di hentikan tempat pengambilan bahan material tanah liat untuk kebutuhan industri usaha kecil membuat adonan batu merah, di lingkungan Giring-giring Kecamatan Bontonompo Gowa, maka yakin saja, tidak sedikit jumlahnya akan mengalami gulung tikar.

Bagaimana tidak, sebab bila mana pihak usaha kecil pembuat batu merah membeli bahan di luar seperti di Takalar, maka harganya sangat mahal kasihan, akibatnya, pembuat batu merah yang cuma untungnya tipis bisa merugi. Olehnya itu, sambunnya lagi dia, hal ini kasihan yang maksud saya perlu di pikirkan oleh pihak pemerintah daerah Gowa, Kapolres Gowa serta DPRD Gowa, “paparnya, Dg Beta. Selasa (4/4/23)

Terpisah, H. Zainuddin Rupa, menyebutkan, batu Bata merah, salah satu bahan bangunan Vital, yang secara umum dibutuhkan oleh pembangunan infrastruktur baik perumahan BTN, rumah pribadi maupun infrastruktur bangunan lainnya.

Sekedar di ketahui, di Lingkungan Giring-Giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, mayoritas penduduknya begerak atau berkecimpung di bidang olah industri kecil pembuatan bahan adonan batu bata merah.

Mereka itu, sebagai penyedia bahan untuk di jualnya, sehingga tidak mengherankan, jika warga lingkungan Giring-Giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, menggantungkan hidupnya ada hasil industri kecil pembuatan batu bata merah.

Disamping itu, warga Lingkungan Giring-Giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, juga bergerak bidang olah pertanian.

Antara lain, yang sudah menikmati hasil lahannya, buat ber cocok tanaman Palawija, setelah di ambil tanah liatnya, buat pembuatan industri kecil batu bata merah, yakni, H. Zainuddin Rupa, 2. Dg Ngalle, 3. Dg Sarri, 4. Dg Mile, 5. Dg Talli, 6. Dg Tola, 7. H.Lau, 8. P. Dg Ngalle, 9. Dg Tika, 10. Dg Janji, 11 Dg Ngalle, 12. Dg Siama, 13. Ruppa Kadere, 14. Dg Ngalin, 15. Dg Pasang, 16. Dg Rangka, 17. Dg Rala, 18. Dg Tiro, dan 19. Dg Rate, serta 20. Dg Lassa, serta sejumlah warga tani lainnya. “papar, H. Zainuddin Rupa. Selasa (4/04/23).

Sementara, Berdasarkan, informasi warga pembuat bata bata merah, di Lingkungan Giring-Giring Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Gowa, yang tidak ingin namanya di publis, menyebutkan, Sjumlah lembaga baik LSM dan Aktifitas Pewarta media dan pihak pemerintah, dan lembaga kepolisian harus paham menanggapi situasi dan kondisi ekonomi sekarang ini di tengah menghadapi bulan Suci Ramadan.

“Karena sebagai warga biasa, tentu se tahu saya, bahwa tidak ada pertambangan di lingkungan Giring-Giring, hanya temoat mengambil bahan material tanah liat buat bikin kebutuhan industri batu bata merah.

Disamping harganya, murah di jualnya oleh pemilik lahan itu sendiri, kepada usaha industri batu merah, juga lahannya setelah selesai di ambil tanah liatnya, maka kembali warga pemilik lahan, menatanya kembali sebagai tempat bercocok tanam. Selasa (4/4/23) (**)

Share the Post:
Scroll to Top