Soal Dugaan Bisnis Buku Amalia & Biaya Rapat Kepsek di Hotel Makassar, Diknas Gowa, Gegerkan Warga, DPRD Komisi 4, Dinilai Tak Bertaji ?

Bomwaktu.com, Gowa, Sulsel — Tahun 2025, Kurang lebih 400 Kepala sekolah Dasar (SDN) dengan jumlah siswa dan siswi 71.000. (tujuh puluh Satu ribu) di duga di suruh beli buku Amalia Ramadan isinya sektar 5 (lima) lembar dengan harga senilai Rp. 12.000 (Dua belas Ribu Rupiah) untuk 1 (satu) buah buku.

Tak hanya itu, Biaya Pelatihan untuk Kepala Sekolah dasar (SD) berjumlah kurang lebih 400 Sekolah, bertempat di salah satu Hotel Kota Madya Makassar senilai Rp. 3.500.000, (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Pasalnya, ke dua aitem program kegiatan diatas, terkesan terlalu membebani, dan kuat dugaan bisa saja berpotensi aroma Kolusi Korupsi dan Neporisme (KKN)

Akibatnya, Kepala Dinas (Diknas) Gowa, Taufik Mursad, ST, dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan Kabupaten Gowa, Dr. Ulfa Tenri Batari, keduanya Kembali di jerat sejumlah sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Gowa.

Geduang rumah rakyat 

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang berhasil di tampung oleh media ini, menyebutkan, seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, yang membidani masalah Pendidikan Komisi 4 tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi dugaan persoalan “terjadinya bisnis jual “Buku Amalia, yang selama ini cukup meresahkan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD).

Bahkan masalah jual beli buku amalia, kuat dugaan selalu mewarnai setiap tahun memasuki bulan Ramadan.

Selain harganya mahal, cuma 5 lembar, isinya, di jual kurang lebih senilai Rp. 12.000,/siswa dan siswi, juga kurang bermanfaat.

Demikian halnya, biaya Rapat Kepala Sekolah Dasar (KEPSEK) di Hotel Makassar, senilai RP. 3.500.000/Kepala Sekolah, juga patut di pertanyakan. 

Tidak heran, tahun 2025, para Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) di duga Kembali lagi terbebani dengan buku Amalia Ramadan, yang rencananya, akan di bayarkan nanti pada masa pencairan dana Bos (Bantuan Operasional Sekolah)

Terkait, soal itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah (Kabid – SD) lingkup Dinnas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa, Dr. Andi Ulfa Batari, seharusnya tidak terlalu banyak membebani atau mencampuri urusan pengelolaan bantuan Opersional Sekolah (BOS) yakni kepada, masing masing Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gowa, yang berjumlah kurang lebih 400 Sekolah.

Apalagi, asas manfaatnya dinilai kurang tepat bagi siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) tapi hanya sekedar hambur hamburkan uang.

Dimana soal harga Buku Amalia Ramadan, di jual Rp. 12.000 (Dua belas Ribu rupiah) untuk satu buku/setiap siswa, tentu ini patut di pertanyakan.

Dengan Meraja lelahnya, kembali dugaan bisnis di lingkungan Sekolah Dasar (SD), oleh sejumlah oknum Pejabat lingkup Dinas Pendidikan (Diknas) Gowa, tahun 2025, tentu hal ini, amat mencoreng moreng dunia Pendidikan di kabupaten Gowa.

“Jangan lagi di samakan seperti kepemimpinan sebelumnya, yang merasa serta merta membuat program program kurang respek, “tapi hanya membebani duit bantuan operasional Sekolah (BOS), “kesalnya, dia.

Mirisnya lagi, pasalnya, terkesan ada semacam pembiaran oleh pihak DPRD Gowa dari Komisi 4, yang di harapkan mampu meredam terkait program program yang di duga hanya sekedar kepentingan mengedepankan ke untungan.

“Seharusnya DPRD Gowa, punya taji alias jalan kontrolnya sesuai tupoksinya, untuk mengungkap masalah ini, yang di duga sudah lama “meresahkan bagi Kepala Sekolah

Di tambah lagi dugaan pembebanan biaya rapat rapat oleh Kepala Sekolah Dasar (SD) senilai Rp. 3.500.000/Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD)di Hotel bertempat di Kotamadya Makassar, juga perlu di pertanyakan.

Karena itu, warga berharap, Anggota DPRD Gowa, Komisi 4 segerah melakukan Rapat Kerja (Rakor) guna memanggil pejabat lingkup Dinas Pendidikan (Diknas) Gowa, terkait soal dugaan jual beli atau bisnis buku Amalia tingkat Sekolah Dasar (SD).

Demikian pula dugaan pembebanan biaya acara rapat di Hotel oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) membebani anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), “harapnya, nara sumber yang layak di percaya saat di konfirmasi oleh pewarta media ini baru baru ini.

Hingga berita ini di turunkan, pewarta media ini, mencoba untuk konfirmasi kepada Kepala Dinas (Diknas) Gowa, Taufik Mursad dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan Kabupaten Gowa, Ulfa Tenri Batari  beberapa hari lalu, namun sayang tidak berhasil, Minggu (23/2/25) (Naja) Bersambung

 

Share the Post:
Scroll to Top