
Bomwaktu com Gowa Sulsel — Kabar mengejutkan kembali mengguncang dunia pemerintahan desa lingkup Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (Pmd) Pemda Gowa.
Dimana Pembangunan Kantor Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa, nakhoda, Anwar Jama, bangunannya, megah mirip “Istana Merdeka” di Jakarta.
Kantor desa Tonasa, di bangun tahun 2019 di sinyalir gunakan anggaran dana desa (DD) bersumber APBN, senilai kurang lebih, Rp. 1 (satu) miliar, saat Muh. Asrul, MM, masih menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) Pemda Gowa.
Padahal, sesuai keinginan pemerintah pusat, bahwa anggaran dana desa (DD) di Kelolah baik baik oleh pemerintah desa untuk di gunakan semaksimal mungkin.
Pemanfaatannya diarahkan guna mendukung pemulihan ekonomi dan sektor prioritas dalam rangka mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Bukan gonjang ganjing mengambil kesempatan dalam kesempitan, guna di duga mengait keutungan buat membangun Kantor desa super mewah.
Akibatnya, Kepala Dinas PMD Gowa, Muh..Asrul, MM, banyak tuai sorotan tajam dari berbagai unsur elemen masyarakat termasuk beberapa Kepala desa tersebar di Gowa, lantaran adanya diskriminasi.
Bagimana tidak, hal itu, lantaran Kantor desa Tonasa, bangunannya terkesan mewah mirip bak Istana Merdeka di Jakarta.
Munculnya pembangunan Kantor desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Gowa, nampak terlihat megah mirip ” Istana Merdeka” di Jakarta, tentu wajar menimbulkan reaksi keras dari sejumlah unsur elemen masyarakat termasuk Kepala desa tersebar di Kabupaten Gowa.
Sementara, Kepala desa lainnya, yang juga menginginkan untuk membangun Kantor desa seperti contoh bangunan Kantor desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Gowa, (dataran tinggi red) namun sayang, tidak di prerioritaskan oleh Dinas PMD Gowa, Muh. Asrul, MM, yang sudah pensiun.
Tentu ada apa jika hanya Kantor desa Tonasa yang super mewah, di perioritaskan oleh Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) Pemda Gowa, Asrul, tahun 2019, silam.
Berarti ada Diskriminasi, dalam pengelolaan anggaran dana desa (DD) bersumber APBN, “kesal, beberapa Kepala desa yang tidak bisa namanya disebut satu persatu, oleh media ini.
Terkait bangunan mewah Kantor desa Tonasa, berdasarkan, informasi dari sejumlah elemen warga yang berhasil di tampung oleh pewarta media ini, menyebutkan, Anwar Jama, Kepala desa Tonasa, tidak sepantasnya untuk membangun Kantor desa dengan tujuan semata supaya penampilannya terlihat megah mirip bangunan Istana Merdeka di Jakarta.
Padahal, anggaran dana desa dari APBN seharusnya tidak boleh di gunakan membangun Kantor desa, itu tugasnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemda Gowa, “tutupnya, dia. Baru baru ini.
Terpisah, Muh. Basir, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (PMD) Gowa, via “WhtsApp’ Hanphone pribadinya di konfirmasi namun sayang tidak menjawab. Rabu (5/4/23)
Terpisah Camat Tombolopao Gowa, Astan, S.Sos, dihubungi via “WhtsApp” handphone pribadinya namun tidak bersedia memberi jawaban. Rabu (5/4/23)
Kepala desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Gowa, Anwar Jama, di hubungi pewarta media ini, via “WhtsApp” Hanphone pribadinya, menyebutkan nanti saya jelaskan pada saat ketemu, “kata, Anwar Jama, ke media ini. Rabu (5/4/23).
Kembali Patahuddin Kr. Jarung Legislator DPRD Gowa, Fraksi PKB Dapil 3 (Kecamatan Tinggimoncong, Tombolopao, dan Parigi) di konfirmasi, namun sayang tidak ingin memberikan keterangan Pers ke media ini. (Naja) (bersambung)




