BOMWAKTU.COM, GOWA — Tongkat kepemimpinan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gowa resmi beralih ke tangan H. Darwis Daeng Nai. Namun, ujian berat sudah menanti sang ketua baru dalam mempertahankan tradisi kemenangan partai Ka’bah pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.
Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Nursyam Amin, PPP Gowa mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai pemilu di Kabupaten Gowa selama dua periode berturut-turut. Pada Pileg 2024 lalu, PPP berhasil mengamankan dominasi dengan meraih total 12 kursi di DPRD Kabupaten Gowa.
Penunjukan Darwis Daeng Nai sebagai nahkoda baru sejatinya disambut positif oleh sejumlah kalangan masyarakat. Ia dinilai memiliki basis politik dan konsolidasi yang kuat.
Pada Pileg 2024, ia sukses mengantarkan putranya, Fahmi Adam, melenggang ke DPRD Gowa dari Dapil 7 (Pallangga–Barombong). Tak hanya itu, adik kandungnya, Abdul Kadir Tulo, yang berstatus politisi pendatang baru dari Dapil 1 (Somba Opu), juga sukses mengamankan satu kursi dengan raihan signifikan mencapai 7.300 suara pribadi.
Meski memiliki rekam jejak konsolidasi keluarga yang solid, peta politik menuju 2029 diprediksi tidak akan berjalan mudah.
Sejumlah pengamat dan kalangan politisi lokal menilai elektabilitas PPP di Gowa berpotensi menghadapi turbulensi politik (kondisi ketidakstabilan Red).
Salah satu pemicunya adalah dinamika politik lokal terkini, khususnya terkait sikap fraksi PPP di DPRD Gowa yang mendukung penuh Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terhadap Bupati Gowa.
Sikap politik ini dinilai berisiko menggerus basis suara dari kalangan pendukung Bupati Husniah Talenrang.
Kini, publik dan konstituen menanti langkah strategis Darwis Daeng Nai. Apakah kepemimpinan barunya mampu menjaga ritme konsolidasi dan mempertahankan capaian 12 kursi, atau justru harus realistis menghadapi pergeseran kekuatan politik di Kabupaten Gowa pada 2029 mendatang.
(Najamuddin)







