
Foto : Mesin Pompa Konversi BBM ke BBG, di ambil gambar vidio di tengah persawahan desa Kale Barembeng Bontonompo Gowa, kirim masuk ke redaksi media online bomwaktu.com
Bomwwaktu.com, Gowa Sulsel — Pemerintah kucurkan “Gas Elpiji 3 Kilo Gram (Kg) bersubsidi yakni khusus di peruntukkan buat masak kepada kalangan masyarakat.
Hal inilah menyebabkan berkurangnya stok tabung Elpiji 3 Kg, beredar di tengah masyarakat di Kecamatan Bontonompo Bontonompo Selatan (Bonsel) Gowa, termasuk di desa Kale Barembeng Kecamatan Bontompo.

Kemungkinan besar, semakin berkurangnya stok tabung Elpiji beredar kuatbdugaan akibat lantaran pengaruh dari Mesin Pompa Konversi BBM ke BBG bantuan Petani di Kabupaten Gowa, dari Kementerian ESDM dikawal komisi VII DPR RI, H. Ridwan A. Wittiri, anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022, lalu.
Bantuan pompa tersebut, tersebar di wilayah Kecamatan Bontonompo Bontonompo Selatan Gowa, kurang lebih 500 unit.
Kepala desa Kale Barembeng Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, H. Syaharuddin Dg Nyonri, yang peduli dengan kepentingan masyarakatnya, kembali angkat bicara, mengatakan, gegara inimi yang bikin langkah Gas Elpiji 3 Kg.
Bagimana tidak, sebab Gas Elpiji 3 Kg, dimana peruntukkannya seharusnya di pakai memasak di dapur rumah tangga. Sebaliknya malahan tabung Gas Elpiji di pakai mesin pompa air, oleh petani, “kesal, Kepala desa 3 periode ini.
Salah seorang penggiat LSM, di Kecamatan Bontonompo Gowa, berinisial, Sym, mengatakan, tidak benar itu pernyataan pak desa, yang mengatakan langkah Gas tabung Elpiji 3 kg bersubsidi.
Saya ini hari hari berkeliling banyak stok.si temoatbpengecer termasuk di desa Kale Barembeng Kecamatan Bontonompo Gowa.
Kondisi saat ini Gas Elpiji 3 Kg belum langkah, sebab petani masih belum banyak menggunakannya mesin pompa airnya menggunakan Gas Elpiji 3 Kg.
Hal ini mengingat, air di saluran Sekunder debit airnya berlimpah ruah, masuk mengairi persawahan petani.
Nanti pada bulan Agustus – September 2023, baru air surut sehingga kembali petani sudah kesulitan air. Akibatnya, mau tidak mau mereka harus menggunakan mesin pompa Air.
Baik yang menggunakan bensin maupun pompa air menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, untuk di pakai mengompa air naik kepermukaan hingga masuk ke persawahannya.
Olehnya itu, siapa bilang langkah, stok tabung Gas Elpiji 3 Kg ? tanya, inisial Syam sembarinkembali dia sambung masih normal Kok …. Stok barangny untuk di gunakan masyarakat, “terangnya, inisial, Syam, warga desa Kale Barembeng, saat di konfirmasi via WA handphone pribadinya Selasa (7/7/23)
Berdasarkan pantauan media ini, Menjelang Idul Adha sempat terjadi Kelangkaan Stok LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 kg, dirasakan oleh warga ibu rumah tangga di Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong Gowa.
Salah seorang warga Lingkungan Tacciri Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong Gowa, As, mengatakan, namun kelangkaan itu, juga membingunkan sebab tiba tiba stok LPG di Pagadde atau tempat penjual menghilang dan habis.
Nanti siang hari baru bisa masuk di bawah mobil truk angkutan Gas Elpiji 3 Kg.
Kondisi hari ini, Rabu (5/7/23) jam ; 08.10. Wita, tabung Gas Elpiji bersubsidi kembali stoknya berkurang alias langkah,. Buktinya kami berkeliling di pengecer di Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong Gowa, sama sekali tidak ada sementara kami mau memasak.
Anak saya suruh nanti memasuki desa Panciro Kecamatan Bajeng Gowa, baru ada di dapatkannya. Itupun sisa stoknya Gas Elpiji 3 kg bersubsidi tinggal 10 biji.
“Memang kondisi akhir akhir ini kadang gas elpiji tiba tiba menghilang stoknya, dan seharusnya pihak pemerintah daerah Dinas Perdagangan dan perindustrian turun melakukan pemantauan, “kesalnya, As, Selasa (5/7/23) (Naja)




